facebook

Kisah Hidup Pemuda Unggah Blue Film di Videotron Diceritakan Ortu

Siswanto | Welly Hidayat
Kisah Hidup Pemuda Unggah Blue Film di Videotron Diceritakan Ortu
Tersangka Samudera Al Hakam Ralial, lelaki kelahiran 17 April 1992 yang bekerja untuk PT. Mediatrac Sistem Komunikasi, terlibat kasus videotron [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

"Orangtuanya cerita, SAR itu membantu biaya buat orangtuannya di kampung," kata Tri.

Suara.com - Masih ingat kasus video porno yang tayang di papan iklan digital di Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016) silam? Tersangkanya adalah Samudera Al Hakam Ralial.

Pada Senin (24/10/2016) lalu, orangtua Samudera jauh-jauh datang dari Jember, Jawa Timur, ke Jakarta untuk menemui Wali Kota Jakarta Selatan Tri kurniadi.

"Iya benar, orangtua SAR memberikan surat, sekaligus meminta maaf secara langsung. Sudah pasti kami maafkan, tapi tentunya proses hukum akan terus berlanjut,” kata Tri Kurniadi, Rabu (27/10/2016).

Orangtua Samudera ketika itu menceritakan tentang putranya yang sangat sayang dengan keluarga. Semenjak masuk sekolah menengah atas, Samudera nyambi bekerja demi membantu orangtua.

"Orangtuanya cerita, SAR itu membantu biaya buat orangtuannya di kampung," kata Tri.

Setelah lulus, Samudera merantau ke Ibu Kota. Dia merantau kerena membutuhkan biaya untuk tugas akhir kuliah di bidang bionic hand yang didedikasikan untuk para penyandang cacat tangan.

Sampai akhirnya dia ketahuan mengunggah konten porno ke videotron. Kasus tersebut sempat membuat masyarakat heboh. Soalnya video porno tayang di tengah kemacetan arus lalu lintas.

Cerita Penangkapan

Penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya mengungkap kasus penayangan video porno di papan iklan digital di Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan.

Orang yang meretas videotron dan mengunggah film syur ternyata lelaki kelahiran 17 April 1992. Samudera merupakan staf PT. Mediatrac Sistem Komunikasi yang beralamat di Jakarta Selatan.