Polres Tangsel Klaim Kematian Capaska Aurellia Bukan Karena Kekerasan Fisik

Polres Tangsel Klaim Kematian Capaska Aurellia Bukan Karena Kekerasan Fisik

Polisi Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim bahwa kematian Calon Paskibraka (Capaska) Aurellia Qurota Ain bukan karena akibat kekerasan fisik oleh pelatih Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangsel.

Namun demikian, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pihak kepolisian hanya bisa menduga kematian Aurellia. Pasalnya, bukti yang kuat untuk membuktikan itu tidak ada, lantaran pihak orangtua Aurellia tidak ingin anaknya tersebut diautopsi.

Menurut Ferdy, dirinya membenarkan bahwa dalam sistem pelatihan PPI Tangsel terdapat push up dengan tangan terkepal, namun dia tidak menemukan bukti terkait pelatihan PPI yang harus memakan jeruk beserta kulitnya.

Sementara untuk hasil pemeriksaan buku harian korban, Ferdy mengungkapkan, di dalam buku catatannya tersebut, korban menuliskan kegiatannya selama latihan itu pada malam hari.

Sementara itu, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diany yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan, dirinya berjanji akan mengevaluasi sistem pelatihan Paskibraka di Tangsel agar tidak terjadi korban lagi.

Di pihak lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menghormati hasil penyelidikan kepolisian. “Kami menghormati hasil penyelesaian kasus Aurell oleh Polres Tangsel. Walaupun ada barang-barang Aurel seperti ransel, HP, diary book yang dirobek, tidak ditemukan catatan kekerasan,” kata Ketua KPAI, Susanto di tempat yang sama. (Ihy/Red)

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS