BPBD: Kalbar Rentan Banjir

BPBD: Kalbar Rentan Banjir

PONTIANAK – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat TTA Nyarong mengatakan bahwa Kalbar sangat rentan banjir dimusim penghujan.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada BPBD di daerah untuk melakukan peringatan dini, sehingga penanganan bencana di Kalbar senantiasa berjalan sebagaimana mestinya.

“Untuk mempersiapkan diri menghadapi musim hujan, kami dalam waktu dekat akan melakukan rapat kordinasi bersama jajarannya dan instansi terkait,” kata Nyarong di Pontianak, Selasa (16/10/2018).

Dalam rapat tersebut nantinya akan membahas penanganan bencana secara bersama. Pihak BPBD ingin mendorong bupati dan wali kota di Kalbar, khususnya daerah yang rawan banjir, puting beliung, dan longsor (Batinsor) segera menetapkan status daerahnya menjadi tanggap atau siaga darurat.

“Status tanggap darurat itukan ditandatangani oleh bupati atau wali kota. Itu syarat supaya dana yang di dalam APBD bisa digunakan untuk kelancaran tugas satgas bencana,” tambahnya.

Dikarenakan sudah ada banjir, dirinya akan meminta kepada bupati atau wali kota di daerah yang mengalami bencana untuk membuat Surat Keputusan (SK) tanggap darurat.

Sudah menjadi keharusan kabupaten/kota untuk membentuk satgas penanganan bencana. “Jadi itu harus dikordinasikan. Dengan demikian secara regulasi, sudah terjawab, dibuktikan dengan SK yang diteken oleh bupati itu. SK tersebut menandakan bahwa pemerintah menangani Batingsor,” jelasnya.

BPBD tambahnya sudah memetakan daerah-daerah mana saja yang akan berpotensi atau rawan terjadinya bencana di musim hujan terutama bencana Batingsor.

Dari 2.031 desa/kelurahan yang ada di Kalbar, sebanyak 196 desa/kelurahan yang  berpotensi tinggi terjadi bencana Batingsor. Terbanyak terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kayong Utara, Sambas, dan Melawi. (CRS)

Terkini

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS