Kasus Atap Kanopi Ambruk Rp 2,3 M Berhenti di Tahap Penyidikan

Kasus Atap Kanopi Ambruk Rp 2,3 M Berhenti di Tahap Penyidikan

MARTAPURA, Terhenti ditahap penyidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjar tidak akan mengekpose kasus dugaan adanya faktor kegagalan kontruksi bangunan atap kanopi lapangan tenis Kayu Tangi, Jalan Albasia, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura Kota, yang terjadi pada Senin (15/1/2018) silam.

Hal tersebut ditegaskan Kajari Banjar Muji Martopo kepada Kanal Kalimantan. Menurut Kejari Banjar, hingga sekarang kasus  proyek pembangunan atap membran lapangan tenis senilai Rp 2,3 miliar tersebut memang benar dihentikan di tahap penyidikan, karena ada hasil dari ahli sehingga tidak ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya.

“Waktu itu kita hanya sebatas pengumpulan data-data hingga dokumen, ternyata setelah 1 tahun dipakai dan ada peristiwa itu kemudian roboh, ternyata kesimpulan ahli bahwa bangunan tersebut tidak dapat menahan melebihi daya tahannya, maka kita tidak lanjutkan ke tahap penyelidikan,” jelas Muji Martopo.

Ketika ditanya apakah akan diekspose kasus tersebut dan masih adakah tanggungjawab kontraktor terhadap proyek pembangunan atap membran lapangan tenis yang ambruk tersebut, Muji mengatakan, tanggungjawab kontraktor sudah tidak ada lagi mengingat sudah diserahkan dan sudah lepas dari masa pemeliharaan.

 

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS