Kisah BlackBerry Messenger, dari Untung Rp 279 Triliun Sampai Gulung Tikar

Kisah BlackBerry Messenger, dari Untung Rp 279 Triliun Sampai Gulung Tikar

Berita mengenai akan berhentinya layanan pesan singkat BlackBerry Messenger pada tanggal 31 Mei 2019 sontak menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial. Gimana tidak, platform yang pernah menyandang gelar aplikasi sejuta umat ini secara tiba-tiba mengumumkan hal tersebut melalui website miliknya sendiri.

“Kami mengucapkan terima kasih pada para pengguna, mitra, dan karyawan kami yang telah menjadi bagian dari BBM selama ini. Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Kami harap Anda akan terus mengenang berbagai memori indah bersama BBM yang telah turut membentuk masa depan platform pesan instan hingga hari ini,” tulis tim manajemennya.

Untuk kamu yang pernah memiliki smartphone BlackBerry mungkin tahu gimana rasanya ketergantungan buat berkomunikasi menggunakan BBM. Kalau dulu kita harus bayar pulsa untuk berkirim pesan melalui SMS, tapi semenjak adanya aplikasi yang satu ini segalanya menjadi lebih murah dan efisien. Kamu hanya membutuhkan kuota internet untuk saling berkirim pesan dengan teman atau keluarga tanpa perlu memikirkan pulsa.

 

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS