Titik Panas di Batanghari Bertambah

Titik Panas di Batanghari Bertambah

SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Jumlah titik panas atau hotspot diwilayah Kabupaten Batanghari terus bertambah. Hingga pertengahan September 2018, jumlah titik panas meninggkat menjadi 41 titik. 41 titik panas tersebut tersebar ditujuh Kecamatan Kabupaten Batanghari. Peningkatan siknifikan terjadi tiga bulan terakhir, mulai bulan Juli hingga pertengahan September 2018. Sementara dari Januari hingga Juni 2018, hanya terdapat empat titik panas.

Sehingga jumlah titik panas dari Januari hingga saat ini terdapat 41 titik panas yang tersebar di beberapa kecamatan. “Dari Juli hingga pertengahan September ini saja terdapat 37 titik panas,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Makmun Rabu (19/9/2018).

Menurut dia, meningkatnya jumlah titik panas dalam tiga bulan terkahir disebabkan rendahnya intensitas curah hujan. Sehingga banyak oknum yang membuka lahan dengan cara membakar. “Dari hasil investigasi yang dilakukan petugas Kita dilapanhan saat melakukan pemadaman. Lahan yang terbakar sebagian besar merupakan lahan perkebunan masyarakat,” ungkapnya.

Rinciannya, 41 titik panas yang tersebar ditujuh Kecamatan, Kabupaten Batanghari adalah, Kecamatan Bajubang 17 titik panas, Kecamatan Muarabulian 11 titik, Kecamatan Muara Tembesi 5 titik. Kemudian, Batin XXIV 4 titik panas, Mersam 2titik, Maro Sebo Ulu 1 titik, dan di Kecamatan Pemayung terdapat 1 titik. Sementara di Kecamatan Maro Sebo Ilir tidak di temukan titik. “Dari 41 titik api tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 173,06 hektar,” tandasnya. Pemkab Batanghari melalui BPBD Batanghari sendiri masih mentapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga Oktober 2018, sesuai dengan SK Bupati Batanghari.

Komentar

Terkini

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS