Prabowo Bakal Terima Kalau Diserang soal Pelanggaran HAM saat Debat Pilpres

Prabowo Bakal Terima Kalau Diserang soal Pelanggaran HAM saat Debat Pilpres

Dahnil Anzar. (Suara.com/Ria Rizki)

Seru Jambi – Kubu Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno membantah terdapat kesepakatan dengan rival mereka, Jokowi – Maruf Amin, serta KPU agar tak memberikan contoh kasus saat debat pertama Pilpres 2019.

BACA JUGA: Maulia Lestari dan Fatya Ginanjarsari Dipecat dari Yayasan Puteri Indonesia

Debat pertama Pilpres 2019 bakal mengetengahkan isu penegakan hukum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo–Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kubunya bakal menuruti semua peraturan yang ditetapkan KPU dalam berdebat.

Karenanya, ia membantah pernyataan salah satu panelis debat, yakni Ketua KPK Agus Rahardjo, agar kedua pasangan calon dilarang menggunakan contoh kasus.

“Enggak ada kesepakatan itu. Saya sudah cek ke teman-teman yang hadir, saya juga hadir pada saat itu, enggak ada kesepakatan untuk tidak bisa mengungkapkan kasus,” kata Dahnil di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dilansir Suara.com–media partner Serujambi.com, Sabtu (12/1/2018).

Dahnil juga tidak menyoal kalau nanti terdapat serangan soal pelanggaran HAM kepada Prabowo maupun Sandiaga Uno.

BACA JUGA: Irfan Bachdim Lebih Suka naik Skuter Matic daripada Mobil, Ini Alasannya

“Kita terbuka saja debatnya, silahkan saja. Misalnya interaktif, debatnya lepas apa pun selama itu etis enggak ada masalah, namanya debat,” pungkasnya. (esa)

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS