Korsleting Picu Kebakaran di Karanganyar

Korsleting Picu Kebakaran di Karanganyar

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dua musibah kebakaran  terjadi di Kabupaten Karanganyar selama dua hari berturut-turut, Minggu-Senin (22-23/4/2018). Penyebab dua kebakaran diduga hubungan pendek arus listrik (korsleting).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kebakaran pada Minggu (22/4/2018) pukul 21.00 WIB kebakaran terjadi di salah satu rumah di Dusun Nglinggo, RT 002/RW 005, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu. Rumah itu milik warga Heri Purnomo, warga Beji, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar. Rekomendasi Redaksi : Kecelakaan Karanganyar: Minibus Masuk Parit Gara-Gara Sopir Tak Paham Medan Pilkada 2018: Juliyatmono dan Sejumlah ASN Dilaporkan ke Panwaslu Karanganyar Pilkada 2018: Panwaslu Karanganyar Ingatkan Paslon Tak Libatkan Warga Luar

Rumah Heri disewa Catur Winarno, warga Perumahan Bumi Graha Indah Jaten. Rumah khas Jawa dengan ukuran 8 meter x 12 meter itu digunakan untuk produksi tusuk satai.

Catur datang ke rumah itu untuk mengecek sesuatu. Setelah selesai, dia pulang. Begitu sampai rumah, Catur menerima informasi rumah yang dikontraknya terbakar. Dia tiba di lokasi kejadian pukul 21.30 WIB. Api sudah terlanjur melalap seluruh rumah.

Warga membantu memadamkan api dengan cara manual sebelum dua unit mobil pemadam kebakaran dari Satpol PP dan petugas BPBD Karanganyar datang dan berupaya memadamkan api. Si jago merah berhasil dipadamkan pukul 22.15 WIB. Selain bangunan, api juga merusak mesin, peralatan, dan bahan baku tusuk satai.

"Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Penyebab kebakaran diduga hubungan pendek arus listrik," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko saat dihubungi Solopos.com, Senin (23/4/2018).

Selain di Tasikmadu, kebakaran terjadi di salah satu rumah di Dusun Gondangmanis, RT 001/RW 003, Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo. Pemicu kebakaran  adalah hubungan pendek arus listrik pada minibus yang diparkir di garasi samping rumah.

Teras rumah dan minibus itu milik salah satu perangkat desa, Riyadi. Dia memiliki satu unit minibus yang sering disewakan untuk berbagai kegiatan. Sebelum kejadian, minibus itu digunakan untuk mengantar sejumlah warga menghadiri hajatan di Jatiyoso. Riyadi sampai rumah pukul 18.30 WIB.

Minibus diparkir di garasi samping rumah. Saat Riyadi beristirahat, tiba-tiba pada Senin pukul 00.30 WIB, dia mencium bau menyerupai kertas terbakar. Dia mencari asal bau itu. Saat itulah dia menemukan minibus terbakar.

Api melalap bagian depan minibus. Seketika, Riyadi meminta bantuan warga sekitar. Mereka berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Kapolsek Jumapolo, AKP Joko Haryoto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan minibus diduga terbakar karena hubungan pendek arus listrik.

"Api merembet dan membakar sebagian atap teras rumah. Dugaan sementara hubungan pendek arus listrik pada salah satu komponen minibus. Kerugian diprediksi mencapai puluhan juta rupiah," ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Senin.

 

Terkini

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS