Garam Impor Membanjiri Pasar, Produsen Garam Jepara Menjerit

Garam Impor Membanjiri Pasar, Produsen Garam Jepara Menjerit

Semarangpos.com, JEPARA — Kebijakan pemerintah mengimpor kebutuhan pokok masyarakat kembali membuat warga menjerit. Masuknya garam impor ke pasaran membuat produsen garam konsumsi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kehilangan pasar.

Meskipun harga jual garam impor lebih mahal, namun harga garam konsumsi lokal tetap dihargai lebih rendah oleh konsumen. "Biasanya, ketika garam impor dijual dengan harga mahal, harga jual garam lokal juga mengikuti. Kenyataanya, justru harga garam lokal turun," keluh Suhadam, produsen garam konsumsi asal Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (18/4/2019). Rekomendasi Redaksi : Harga Jagung Wajib Turun demi Pakan Ternak Harga Kedelai Impor Melonjak Tinggi di Kudus Kadin Suarakan Keluhan Petani Garam Jepara, Pemerintah Didesak Perketat Garam Impor

Padahal, kata dia,  bulan-bulan seperti sekarang merupakan momen mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena petani garam belum memulai produksi. Kenyataannya, lanjut dia, harga jual garam di tingkat petani lokal justru turun menjadi Rp800-an untuk setiap kilogramnya, sedangkan garam yang siap angkut harganya mencapai Rp1.000/kg.

 

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS