Peternak Rakyat Menderita, Pemuda Rakyat Menyelamatkannya

Peternak Rakyat Menderita, Pemuda Rakyat Menyelamatkannya

TIMESINDONESIA – Kondisi peternak ayam di Indonesia saat ini memprihatinkan, akibat adanya dugaan praktik kartel di Indonesia. Praktik kartel tersebut diperankan oleh beberapa perusahaan seperti  PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, dan PT Malindo Feedmil Indonesia, dimana perusahaan tersebut menguasai faktor produksi dari hulu sampai hilir. Praktik kartel tersebut mengakibatkan kesejahteaan peternak berkurang, dikarenakan harga penjualan pokoknya (HPP) yang berada di bawah biaya rata-rata produksinya. Harga jual ayam mengalami penurunan yang paling parah pada bulan Agustus 2019 sekitar Rp 8.000,-/kg, yang mengakibatkan total penerimaannya menjadi berkurang, sehingga keuntungan peternak ayam akan jauh berkurang atau bahkan justru mengalami kerugian. 

Indonesia saat ini masih mengimpor bibit induk ayam grand parent stock/GPS, dimana grand parent stock tersebut dipasok dari negara Perancis, Amerika Serikat, dan Brazil. Ayam grand parent stock tersebut diperlukan untuk menghasilkan induk ayam parent stock/PS. Pemerintah sebelumnya memproyeksikan alokasi impor GPS sebanyak 787.000 ekor untuk 2019 atau meningkat 11,31 persen dari alokasi 2018 yang berjumlah 707.000 ekor. Volume impor pada 2018 itu pun naik sekitar 10 persen dibanding 2017. Selanjutnya bibit ayam GPS dikembangbiakkan hingga menghasilkan bibit ayam PS. Ayam PS tersebut kemudian dikembangbiakkan hingga menghasilkan bibit ayam final stock/FS, dimana ayam FS tersebut dibesarkan oleh peternak besar maupun peternak kecil hingga menjadi produk live bird/LB, seperti ayam yang banyak kita jumpai saat ini.

Peternak ayam dibedakan menjadi dua berdasarkan skala usahanya, yaitu peternak besar dan peternak kecil. Peternak besar merupakan peternak yang memproduksi hewan ternaknya lebih dari 5000 ekor, yang memiliki modal yang besar, mengadopsi teknologi yang modern, serta cenderung menguasai pasar. Sedangkan peternak kecil atau peternak rakyat berproduksi kurang dari 5000 ekor, yang memiliki modal yang terbatas, teknologi yang sederhana, dan akses pasar yang terbatas. Menurut BPS, pada tahun 2018, perusahaan dengan kegiatan utama pembibitan ayam GPS ras pedaging ada 7 perusahaan, lalu perusahaan dengan kegian utamanya pembibitan ayam parent stock ada 76 perusahaan, dan perusahaan dengan kegiatan utamanya budidaya ayam ada 103 perusahaan, dengan total ada 175 perusahaan.

 

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS