facebook

RSIA Bunda Jakarta Berlakukan Status Green Zone Area

Iwan Supriyatna
RSIA Bunda Jakarta Berlakukan Status Green Zone Area
RSIA Bunda Jakarta.

Mengunjungi Rumah Sakit (RS) di masa pandemi seperti saat ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi beberapa orang.

Suara.com - Mengunjungi Rumah Sakit (RS) di masa pandemi seperti saat ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi beberapa orang, terutama bagi ibu hamil. Menjawab kekhawatiran tersebut, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta melakukan berbagai protokol dan layanan yang dapat melindungi ibu dan bayi serta pendamping di masa kehamilan hingga melahirkan.

Bahkan, RSIA Bunda Jakarta telah memberlakukan status green zone area pandemic Covid-19.

“Kami memberlakukan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat dan disiplin di area RS, hasilnya, hingga saat ini, kami bisa mempertahankan status green zone dengan zero case,” kata Kepala RSIA Bunda Jakarta, Adittya dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020).

Sejak diberlakukannya status green zone area pandemi Covid-19, terjadi peningkatan yang signifikan di permintaan vaksin untuk anak di RSIA Bunda Jakarta.

Selain itu, pasien yang melahirkan juga mengalami peningkatan karena merasa aman dengan protokol persalinan yang diterapkan.

“RSIA Bunda Jakarta selalu berusaha mengedepankan rasa aman dengan menjaga RSIA sebagai green zone area tetapi tidak melupakan kenyamanan pasien,” jelas Adittya.

Adittya menambahkan, selama masa pandemi ini, RSIA Bunda Jakarta tetap memberikan pelayanan 24 jam tetapi dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, baik untuk pengunjung maupun karyawan.

Protokol yang diterapkan, diantaranya skrining ketat sebelum pengunjung memasuki area RSIA Bunda Jakarta, mulai dari cek suhu tubuh hingga pendataan riwayat sakit dan perjalanan pasien.

Selain itu, adanya pemberlakuan zonasi bagi pasien sehat dan pasien sakit, pengunjung maupun karyawan diwajibkan menggunakan masker dan face shield selama di lingkungan rumah sakit, penerapan physical distancing bagi pengunjung maupun karyawan, terdapat ketentuan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) baik APD level 1, APD level 2, maupun APD level 3, dan dilakukannya polymerase chain reaction (PCR) swab rutin bagi karyawan RSIA Bunda Jakarta.

Adittya menyampaikan, untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini, pihak RSIA juga memberlakukan beberapa protokol tambahan, seperti pasien yang melakukan proses persalinan dan operasi lain diwajibkan untuk PCR tes minimal 7 hari sebelum tindakan. Tes PCR juga wajib dilakukan oleh suami atau pendamping selama rawat inap.

RSIA Bunda Jakarta juga telah mengembangkan protokol yang memungkinkan suami untuk dapat mendampingi istri dalam tindakan caesar di kamar operasi dengan tetap memperhatikan keamanan bagi tenaga kesehatan dan pasien.

Pembatasan pengunjung pasien rawat inap juga diterapkan sebagai langkah antisipatif pencegahan virus Covid-19.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan berbagai SOP ini terbukti efektif, karena hingga saat ini, RSIA Bunda Jakarta masih zero cases untuk virus covid-19,” tambahnya.

Saat ini, selain memberlakukan status green zone, RSIA Bunda Jakarta, juga memiliki program “Konselor ANC – persalinan”, dimana para pasien akan diberikan fasilitas pendampingan konselor selama proses hamil hingga persalinan di RSIA Bunda Jakarta.

Konselor ini akan membantu memberikan infomasi yang diperlukan oleh pasien mulai dari hal yang bersifat administratif hingga edukasi mengenai proses kehamilan dan persiapan persalinan.

Sementara untuk penyesuaian dengan protokol kesehatan, RSIA Bunda Jakarta memiliki program telekonsultasi dimana pasien dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus berkunjung ke rumah sakit.

RSIA Bunda Jakarta yang berdiri sejak tahun 1970 ini memiliki fasilitas unggulan seperti fasilitas Neonatal Insentive Care Unit (NICU) dengan teknologi paling modern dan terintegrasi dengan layanan tumbuh kembang anak.

Selain itu, RSIA Bunda Jakarta juga memiliki teknologi Minimally Invasive Surgery (MIS) yang terupdate dan termutakhir yang memungkinkan adanya tindakan laparoskopi dengan proses penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan operasi besar.

Teknologi ni memungkinkan pasien dengan berbagai keluhan seperti kista kandung telur, mioma uteri, pengangkatan rahim (histerektomi), pengangkatan usus buntu, dan kandung empedu.

Selain fasilitas, RSIA Bunda Jakarta memiliki IRSI (Indonesia Reproductive Science Institute) yang secara rutin melakukan riset terkait sistem reproduksi dan sudah dipublikasikan di jurnal internasional.

“Kami memiliki jajaran dokter spesialis, terutama Obgyn dan Anak senior yang telah menjadi konsultan di bidangnya menjadi rujukan nasional dan bahkan wilayah Asia. Beberapa dokter kami juga menjadi pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, jadi dari sisi kompetensi sudah pasti teruji,” tutupnya.