Ini Rahasia Moncernya Performa Jojo dan Anthony Tahun Ini

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Ini Rahasia Moncernya Performa Jojo dan Anthony Tahun Ini
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia peraih medali emas, Jonatan Christie (kiri) dan peraih medali perunggu, Anthony Sinisuka Ginting, menggigit medali Asian Games 2018, usai upacara penyerahan medali di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). [Antara/INASGOC/Puspa Perwitasari]

Jojo sukses meraih medali emas Asian Games 2018, sedangkan Anthony teranyar menjuarai Cina Open 2018.

Suara.com - Tahun 2018 bisa dibilang menjadi tahun penuh berkah bagi Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Di tahun ini, dua pilar utama tunggal putra Indonesia itu sukses merengkuh prestasi yang cukup menggembirakan.

Jojo—sapaan akrab Jonatan—misalnya, sukses meraih medali emas Asian Games 2018. Sementara Anthony sejauh ini telah menjuarai dua ajang, yakni Indonesia Masters 2018 dan yang teranyar Cina Open 2018.

Menurut Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, moncernya penampilan anak asuhnya di 2018 tak sepenuhnya karena andilnya sebagai pelatih.

Faktor lainnya karena Anthony dan Jojo dinilainya dinilai sudah lebih dewasa dan mau belajar dari pengalaman.

"Sebetulnya tidak ada rumus khusus, tapi memang ada kemauan dari atletnya sendiri," kata Hendry dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (26/9/2018).

"Untuk Anthony, dia belajar dari pengalaman dia kalah, saya lihat awalnya dari Asian Games. Setelah itu kami diskusi, dia pelajari video permainannya," imbuhnya.

Pasca Asian Games 2018, Jojo dan Anthony memang mengalami fase berbeda. Jojo yang merengkuh emas cendrung mengalami penurunan performa.

Sementara Anthony yang meraih perunggu di nomor perorangan Asian Games 2018, mampu meningkatkan performa dengan signifikan.

Gelar Juara Cina Open 2018 tak hanya menandai untuk pertama kalinya Anthony merengkuh gelar di turnamen level BWF World Tour Super 1000.

Namun, perjalanan pebulutangkis 22 tahun itu hingga ke babak final memberikan sedikit gambaran bahwa tunggal putra Indonesia punya secercah harapan untuk kembali bangkit, seperti masa Taufik Hidayat dahulu.

Anthony yang tak diunggulkan nyatanya mampu mengalahkan empat juara dunia mulai dari babak pertama hingga final.

Dan yang paling luar biasa tentu saat menundukkan juara dunia 2018 asal Jepang, Kento Momota, di partai final dua game langsung dengan skor, 23-21 dan 21-19.

"Di Cina Open ini permainan Anthony sudah tepat, tapi tetap masih ada kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan. Kemajuannya sudah ada, dia sudah bisa mengatur fokus, bisa atur tempo main dan bisa merancang apa yang dia mau," ungkap Hendry.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS