Tenis Indonesia Ingin 'Naik Kelas' di SEA Games 2019

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Petenis ganda campuran Indonesia, Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi, meraih medali emas di Asian Games 2018. [Antara/INASGOC/Wahyu Putro A]
Petenis ganda campuran Indonesia, Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi, meraih medali emas di Asian Games 2018. [Antara/INASGOC/Wahyu Putro A]

Pada SEA Games 2017, kontingen tenis Merah Putih membawa pulang satu medali emas dan satu perak.

Suara.com - Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) berambisi 'naik kelas' dalam hal perolehan medali emas pada SEA Games 2019, Desember mendatang.

Dalam hal ini, PP Pelti mengusung target minimal dua medali emas. Target ini melampaui pencapaian tim tenis Indonesia di SEA Games sebelumnya.

Pada SEA Games 2017, kontingen tenis Merah Putih membawa pulang satu medali emas dan satu perak.

Medali emas diraih dari sektor tunggal putra melalui atletnya, Christopher Rungkat. Sedangkan medali perak dari nomor ganda campuran lewat duet Christopher Rungkat/Jessy Rompies.

Petenis Indonesia Christopher Rungkat merentangkan bendera Merah Putih saat menjuarai final tenis tunggal putra SEA Games 2017 Kuala Lumpur di Pusat Tenis Tun Razak, Malaysia, Sabtu (26/8). [Antara]
Petenis Indonesia Christopher Rungkat merentangkan bendera Merah Putih saat menjuarai final tenis tunggal putra SEA Games 2017 Kuala Lumpur di Pusat Tenis Tun Razak, Malaysia, Sabtu (26/8). [Antara]

Sektor ganda campuran masih menjadi tumpuan utama tim tenis Indonesia untuk meraih medali emas di SEA Games 2019, di samping sektor ganda putri. 

Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar menjelaskan, di sektor ganda campuran Indonesia akan tetap bertumpu pada duet Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi, yang di Asian Games 2018 sukses meraih medali emas.

"Saya ditanya Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) targetnya apa? Saya bilang target kita dua medali emas dari lima partai," ujar Rildo Ananda Anwar di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Target dua emas dari ganda campuran melalui Christopher/Aldila dan ganda putri," imbuhnya.

Rildo menjelaskan dipilihnya duet Christopher/Aldila untuk mengamankan satu emas memiliki alasan tersendiri.

PP Pelti disebutnya belum menemukan pengganti sepadan dari Christopher Benjamin Rungkat yang secara usia sudah menginjak 29 tahun.

"Christopher masih kita andalkan ya karena tidak ada lagi. Yang pasti dia tetap kita andalkan. Kalau pemain senior masih bisa bertahan akan kita lakukan, karena ini (medali emas) target kan," ujar Rildo.

Ketua Umum Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti), Rildo Ananda Anwar, ditemui di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Ketua Umum Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti), Rildo Ananda Anwar, ditemui di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

PP Pelti sendiri disebut Rildo akan segera menggelar seleksi nasional pada 19 Februari mendatang.

Nantinya, mereka akan memilih 10 pemain dengan rincian lima putra dan lima putri ke dalam Pelatnas menuju SEA Games 2019.

"Kita akan ajukan dana total sekitar Rp 10 miliar untuk 10 atlet yang dibiayakan, dengan rincian lima putra dan lima putri," kata Rildo.

"Training camp (TC) nanti akan kita mulai di Pejompongan. Try out juga ada, tapi kita bicarakan dengan tim pembinaan, ke mana saja kita akan berangkatkan mereka," tukasnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS