Ganda Campuran Indonesia di Luar Top 10 Dunia, Ini Kata Legenda Bulutangkis

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Ganda Campuran Indonesia di Luar Top 10 Dunia, Ini Kata Legenda Bulutangkis
Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, di kawasan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Selepas Tontowi/Liliyana 'bercerai', Indonesia tak memiliki wakil ganda campuran yang berada di 10 besar dunia.

Suara.com - Legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata turut menyoroti fenomena tak adanya wakil ganda campuran Indonesia yang menempati Top 10 dunia selepas bercerainya duet emas Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sebagaimana diketahui, Tontowi/Liliyana bercerai setelah Liliyana Natsir memutuskan pensiun usai menjadi runner-up Indonesia Masters 2019, 27 Januari lalu.

Selepas pensiunnya Liliyana, Indonesia praktis tak memiliki satu pun wakil ganda campuran yang berada di peringkat 10 besar dunia.

Peringkat tertinggi Indonesia dipegang pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menempati ranking 11 dunia.

Dibawah Hafiz/Gloria ada Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menempati peringkat 16, disusul pasangan muda Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang bertengger di posisi ke-24.

Menurut Christian Hadinata, problematika rendahnya peringkat para pasangan ganda campuran Indonesia disebabkan oleh performa atletnya sendiri.

PBSI disebut Christian sudah berusaha menaikkan peringkat atlet dengan memberikan banyak kesempatan mengikuti turnamen.

Namun, hasil yang kerap kali tak sesuai harapan, membuat peringkat sang pemain tak kunjung beranjak naik.

"PBSI saya lihat sudah berusaha keras ya dengan banyak mengirim atlet-atletnya ke turnamen-turnamen Superseries—sekarang BWF World Tour—dan level yang dibawahnya," ujar Christian Hadinata saat ditemui di kawasan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

"Tapi, balik lagi tergantung atletnya. Kalau PBSI sudah kirim tapi mainnya kurang bagus, ya ranking masih di bawah, dan risikonya ketemu teman sendiri (di berbagai turnamen)," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, situasi itu membuat wakil-wakil ganda campuran Indonesia tak mendapatkan seeded atau predikat unggulan saat berlaga di pertandingan-pertandingan besar.

Hal itu menjadikan Hafiz Faizal dan kawan-kawan rentan bertemu rekan sendiri di babak awal, Seperti halnya di All England 2019 yang akan berlangsung pada 6-10 Maret mendatang.

Sebagai informasi, empat pasang ganda campuran Indonesia terpaksa harus bertemu di babak pertama All England 2019.

Mereka adalah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menghadapi Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, serta Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS