Lima Olimpian Pertaruhkan Nyawa, Perangi Pandemi Corona di Garda Terdepan

Syaiful Rachman | Arief Apriadi
Lima Olimpian Pertaruhkan Nyawa, Perangi Pandemi Corona di Garda Terdepan
Situasi penanganan virus corona di salah satu rumah sakti di Italia, dokter mengenakan alat pelindung diri lengkap dan masker. (PIERO CRUCIATTI / AFP)

Mereka mempertaruhkan nyawa untuk merawat dan membantu para pasien positif corona.

Suara.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberi penghormatan kepada dokter dan tim medis yang tengah bekerja keras melawan pandemi Covid-19.

Apresiasi dan penghormatan itu disampaikan langsung Presiden IOC, Thomas Bach, tepat di hari Kesehatan Dunia, Rabu (8/4/2020).

"Hari ini kami memberi penghormatan untuk orang-orang yang bekerja sangat keras melawan pandemi Covid-19," ujar Bach lewat video yang diunggah twitter @Olympics.

"Terimakasih untuk semua dokter, perawat, tim medis dan semua relawan. Terima kasih untuk dedikasi dan komitmen. Kalian adalah pemenang sejati."

"Saat semua ini berakhir, saya harap komitmen dan kerja keras anda tak akan dilupakan, kalian pantas untuk mendapat dukungan," tambahnya.

Presiden IOC (Komite Olimpiade Internasional) Thomas Bach. [AFP/Fabrice Coffrini]
Presiden IOC (Komite Olimpiade Internasional) Thomas Bach. [AFP/Fabrice Coffrini]

Bach juga membeberkan bahwa perang menghadapi pandemi virus Corona tak hanya dilakukan para dokter dan tim medis, berbagai kalangan masyarakat, termasuk atlet juga turut membantu.

Dari komunitas Olimpiade sendiri, Bach menyebut banyak atlet yang kini ikut turun tangan memerangi virus yang menyerang sistem pernapasan itu.

Disaat Olimpiade 2020 mengalami penundaan selama satu tahun, para Olimpian kini bahu-membahu mengerahkan kemampuan di medan laga yang berbeda, yakni fasilitas kesehatan.

“Banyak anggota komunitas Olimpiade dan banyak atlet Olimpiade adalah bagian dari tim Anda," tutur Bach.

"Mereka bekerja di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Jadi, bahkan di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, olahraga memberi harapan," tandasnya.

Berikut lima Olimpian yang turut membantu memerangi penyebaran COvid-19 digarda terdepan, seperti dilansir Olympicchannel:

1. Paila Pareto

Atlet judo asal Argentina, Paula Pareto kini bergabung memerangi Covid-19 dengan bekerja sebagai dokter ortopedi di rumah sakit San Isidro, Buenos Aires.

Peraih medali emas nomor -48kg Olimpiade 2016 itu bergabung memerangi virus Corona, setelah dua minggu sebelumnya menjalani isolasi mandiri seusai mengikuti Yekaterinburg Grand Slam.

"Meskipun dokter ortopedi tidak berada di garis depan, kami adalah bagian dari tim kesehatan yang menghadapi pandemi ini dan kami akan membantu jika diperlukan," ujar Paula.

2. Joyce Sombroek

Mantan kiper Hoki asal Belanda, Joyce Sombroek turut bahu0membahu memerangi pandemi Covid-19 di negaranya.

Setelah memutuskan pensiun akibat cedera pinggul, Joyce melanjutkan studi di Universitas Vrjie di Amsterdam.

Kini, peraih medali emas Olimpiade 2012, dan medali perak Olimpiade 2016 diketahui bekerja sebagai dokter umum.

"Saya sangat senang dapat melakukan pekerjaan ini. Yang paling penting adalah memberikan perawatan kepada mereka yang membutuhkannya," tutur Joyce.

3. Silvia Meseguer

Wakil kapten tim putri Atletico Madrid, Silvia Meseguer, secara sukarela membantu di rumah sakit yang didirikan di kompleks IFEMA, Madrid.

Meseguer merupakan siswa kedokteran disamping meniti karier sebagai pesepakbola. Tahun lalu dia vakum dari sepakbola internasional untuk menyelesaikan studinya.

"Melihat situasi yang kita alami, saya pikir apa pun yang dapat kita kontribusikan saat ini adalah penting," beber Meseguer.

"Saya masih belum memiliki gelar medis karena saya belum menyelesaikan proyek akhir saya, tetapi jika mereka membutuhkan bantuan dari siswa, tentu saja saya siap," tambahnya.

4. Kim Daybell

Atlet para-tenis Meja asal Britania Raya, Kim Daybell turut memberi bantuan memerangi Covid-19 di National Health Servie (NHS) di Inggris.

Kendati memiliki kekurangan, yakni lahir dengan sindrom Polandia yang membuat sebagian otot di dadanya tak tumbuh, tak mengurangi tekad atlet berusia 27 tahun itu membantu.

Selain barkarier sebagai para-atlet, Kim Daybell juga dikenal sebagai mahasiswa kedokteran Universitas Leeds. Dia lulus apda 2018 silam.

Saat Olimpiade dan Paralimpiade 2020 ditunda satu tahun ke depan, Kim diminta untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di Inggris.

"Saya beruntung memiliki kemampuan untuk membantu melawan apa yang sedang terjadi saat ini. Itu hal positif yang harus saya ambil," jelas Kim.

5. Vicky Wright

Vicky Wright merupakan atlet curling asal Skotlandia. Ditengah pandemi Covid-19, peraih medali perak Kejuaraan Dunia Curling 2013 itu turun tangan sebagai suster.

Sebelum fokus mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade musim dingin di Beijing 2022, Wright merupakan seorang suster di Forth Valley Royal Hospital.

Pandemi virus Corona yang memaksa berbagai agenda olahraga ditunda, membuat dirinya kini kembali fokus terjun sebagai perawat untuk membantu penanganan Covid-19.

"Menjadi seoarang perawat selalu memberi saya perspektif yang baik tentang kehidupan dan tetap fokus pada hal-hal yang penting dalam hidup," jelas Wright.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS