facebook

Indonesia Pilih Turunkan Pemain Muda di Badminton Asia Team Championships 2022, Apa Alasannya?

Arief Apriadi
Indonesia Pilih Turunkan Pemain Muda di Badminton Asia Team Championships 2022, Apa Alasannya?
Tunggal putra tim Harimau, Chico Aura Dwi Wardoyo. [Dok. PBSI]

Tak ada nama Jonatan Christie hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam skuad Indonesia di BATC 2022.

Suara.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutuskan untuk menurunkan pemain muda di ajang Badminton Asia Team Championships 2022 (BATC 2022). Berikut alasannya.

Badminton Asia Team Championships 2022 atau juga dikenal sebagai Kejuaraan Asia Beregu 2022 akan berlangsung di Malaysia pada 15-20 Februari mendatang.

Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) menjadi pemain tertua di skuad putra, sementara Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun) menjadi srikandi paling senior yang menghuni tim putri.

Kepala Bidang dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Rionny Mainaky, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memberikan kesepatan pemain muda merasakan atmosfer kejuaraan beregu.

Baca Juga: Daftar Atlet dan Pelatih Pelatnas PBSI Periode 2022, Tak Ada Praveen / Melati

"Ini merupakan kebijakan PBSI yang ingin mengorbitkan pemain-pemain muda. Salah satunya dengan menguji mereka di turnamen ini, selain sebagai ajang penilaian dan evaluasi untuk persiapan menuju putaran final Piala Thomas dan Uber nanti," kata Rionny Mainaky dikutip dari rilis PBSI, Sabtu (29/1/2022).

Rionny mengatakan, Garuda Muda ini sudah melakukan persiapan selama dua minggu. Dia pun optimis para pemain mampu berbicara banyak di ajang dua tahunan tersebut.

"Untuk Kejuaraan Beregu Asia ini kami menurunkan pemain-pemain muda yang persiapannya sudah kami lakukan sebelum SK pemanggilan. Jadi skuad ini, baik putra maupun putri adalah skuad yang terpilih dan terbaik," tutur Rionny.

"Pemain yang dipilih adalah pemain-pemain yang kami nilai siap dan sedang dalam performa yang bagus. Terutama di tim putra, kemampuan mereka saya yakini sudah mendekati kakak-kakaknya. Mereka hanya kalah pengalaman dan jam terbang saja. Ini menjadi kesempatan mereka untuk lebih berkembang lagi," kata Rionny.

Sebagai catatan, tim putra Indonesia datang ke Malaysia dengan status juara bertahan tiga kali usai juara di edisi tahun 2016 (Hyderbad, India), 2018 (Alor Setar, Malaysia), dan 2020 (Manila, Filipina).

Baca Juga: Top 5 Sport: Patung Kobe Bryant dan Putrinya Diletakkan di Lokasi Kecelakaan

Tim putra juga sudah mengantongi tiket putaran final Piala Thomas dan Uber karena statusnya yang juga juara bertahan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar