Disangka Emas, Batu Ini Ternyata Benda Mengerikan dari Luar Angkasa

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
Disangka Emas, Batu Ini Ternyata Benda Mengerikan dari Luar Angkasa
Batu besar yang dikira emas. (Melbourne Museum)

Batu ini pertama kali ditemukan pada tahun 2015 di Maryborough Regional Park, Melbourne, Australia.

Suara.com - Seorang pria asal Melbourne, Australia belum lama ini membuat heboh akan temuan batu besar. Awalnya ia menyangka kalau batu ini adalah emas.

Selama ini ia menyembunyikan batu besar ini karena dikiranya emas. Ternyata batu tersebut adalah benda mengerikan dari luar angkasa.

Batu besar ini pertama kali ditemukan pada tahun 2015 oleh David Hole di Maryborough Regional Park, Melbourne. Saat itu dirinya menemukan batu tersebut menggunakan detektor logam.

Batu berwarna kemerahan yang terbalut tanah liat kuning kecoklatan ini lalu ia bawa pulang. Berharap jika batu tersebut adalah emas, dirinya berusaha untuk memecahkannya.

Menggunakan gergaji batu, penggiling batu, bor, hingga memasukan batu tersebut ke dalam cairan asam, David Hole masih belum bisa memecahkan batu tersebut.

Baca Juga : Bukan di Area 51, Jika Ada di Bumi di Sini Alien Akan Disembunyikan

Percaya jika batu tersebut berisi emas, dirinya lalu menyimpannya. Bertahun-tahun berlalu, David Hole secara mengejutkan sadar bahwa batu tersebut adalah meteor langka.

Dirinya lalu memutuskan untuk membawa batu tersebut ke Museum Melbourne untuk diperiksa.

Dilansir dari Science Alert, usai dilakukan penelitian, batu ini terlihat memiliki bentuk unik yang seperti terpahat dan memiliki lesung.

Bentuk ini diduga didapat karena gesekan atmosfer Bumi saat meteor tersebut mendarat.

Meteor ini lalu disebut sebagai Maryborough yang terinspirasi dari lokasi penemuan meteor tersebut di Melbourne. Meteor ini diduga sudah berumur 4,6 miliar tahun.

Baca Juga : 50 Tahun Setelah Misi Bulan, Para Astronot Apollo 11 Bertemu Kembali

Berat meteor ini sendiri mencapai 17 kilogram atau setara dengan 37,5 pon. Usai dipotong menggunakan gergaji berlian, para ilmuwan menemukan kandungan besi yang tinggi yang dapat digunakan sebagai konduktor H5 biasa.

Batu besar yang dikira emas. (Melbourne Museum)
Batu besar yang dikira emas. (Melbourne Museum)

Di dalam meteor tersebut ada tetesan kristal mineral yang disebut chondrules yang membuatnya berbeda dari yang lain. Meteor biasanya hanya mengandung molekul organik seperti asam amino.

Para ilmuwan menduga jika meteor ini datang akibat gravitasi Bumi jauh sebelum ada kehidupan. Gravitasi ini lalu membuat adanya sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Baca Juga : Tenggelam 30 Tahun Lalu, Kapal Selam Uni Soviet Ini Bocorkan Zat Radioaktif

Prediksi lain menyebutkan jika meteor yang sebelumnya dikira emas ini adalah salah satu dari 17 meteor yang pernah terjadi di Victoria, Australia.

Masa kedatangan meteor ini adalah massa chondritic terbesar kedua setelah spesimen 55 kilogram yang terjadi di tahun 2003. (HiTekno.com).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS