Wow! Arkeolog Temukan iPhone dari 2.137 Tahun Lalu

Dythia Novianty | Rezza Dwi Rachmanta
Wow! Arkeolog Temukan iPhone dari 2.137 Tahun Lalu
Penemuan iPhone yang diperkirakan dari 2.137 tahun lalu. [Twitter/@siberian_times]

Ternyata, iPhone cukup populer pada 2.137 tahun lalu.

Suara.com - Ternyata, iPhone cukup populer pada 2.137 tahun lalu. Hal ini terungkap dari penemuan sekelompok arkeolog terhadap kuburan seorang perempuan yang di sampingnya ada benda misterius berbentuk seperti iPhone.

Benda misterius itu ditemukan di sebuah makam milik fashionista kuno yang dijuluki "Natasha" oleh para arkeolog. Natasha diyakini telah hidup selama periode Xiongnu di Mongolia Kuno selama abad ke-3 SM.

Sebanyak 110 penguburan muncul di sebuah pulau pada reservoir di situs Ala-Tey, Republik Tuva, Federasi Rusia. Para arkeolog menyebutnya sebagai "The Russian Atlantis" mengingat fosil dan kerangka di dalamnya banyak mengandung sejarah penting.

Penelitian mengenal benda misterius mirip iPhone dan fosil di sampingnya telah diterbitkan oleh Silk Road Journal pada awal September 2019.

"Pemakaman Natasha dengan iPhone era Xiongnu tetap menjadi salah satu yang paling menarik di situs pemakaman ini," kata Dr. Pavel Leus, seorang ilmuwan yang menemukannya.

Perempuan dari suku kuno tersebut diyakini memakai ikat pinggang hitam. Penemuan di atas sangat menarik mengingat ikat pinggang yang dipakai Natasha merupakan satu-satunya ikat pinggang yang dihiasi koin Wuzhu yang berasal dari China.

Ukurannya juga cukup besar untuk ukuran iPhone yaitu 7 x 3,5 inci atau 17,8 x 8,9 sentimeter.

Ilmuwan percaya bahwa "iPhone" kuno tersebut berasal hingga 2.137 tahun lalu karena koin Wuzhu diyakini telah dicetak pertama kali pada kisaran tahun itu.

Penemuan iPhone yang diperkirakan dari 2.137 tahun lalu. [Twitter/@siberian_times]
Penemuan iPhone yang diperkirakan dari 2.137 tahun lalu. [Twitter/@siberian_times]

Dikutip dari Siberian Times, Leus menjelaskan bahwa penemuan ini luar biasa mengingat iPhone kuno dihiasi batu pirus, batu akik, dan ibu mutiara atau nacre.

Ilmuwan meyakini bahwa kuburan di situs itu telah ada sejak zaman Perunggu hingga zaman Genghis Khan.

Ala-Tey yang memiliki wilayah pegunungan menakjubkan, yang merupakan salah satu tempat liburan favorit Vladimir Putin.

Situs tersebut untuk sementara dikeringkan untuk keperluan penelitian mengingat biasanya tenggelam hingga 56 kaki atau 17,06 meter.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS