- PT Bukalapak.com Tbk menutup layanan marketplace fisik pada awal 2025 untuk menghentikan kerugian finansial yang besar.
- Perusahaan mengalihkan fokus bisnis ke teknologi gaming, investasi digital, dan ekosistem UMKM demi profitabilitas berkelanjutan.
- Segmen gaming mendominasi pendapatan perusahaan hingga hampir 90 persen serta telah berekspansi ke pasar global melalui Joytify.
Menurut Victor, ekspansi global tersebut didukung oleh tim yang dibangun secara khusus dari para pelaku industri game.
![Pengunjung bermain game dalam pameran Indonesia Game Week 2025 di Blok M Hub, Jakarta, Sabtu (9/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/09/73606-indonesia-game-week-2025-ilustrasi-game-ilustrasi-bermain-game.jpg)
"Kami membangun tim yang memang passionate dengan gaming. Bahkan salah satu pertanyaan saat interview adalah game apa yang dimainkan, karena kami membutuhkan orang yang benar-benar memahami industri ini," ungkapnya.
Pertumbuhan bisnis tersebut pun terbilang agresif. Victor menyebut bisnis gaming secara konsisten mencatat pertumbuhan 30–40 persen secara kuartalan.
Sementara pada kuartal I 2026 pendapatan segmen gaming melonjak 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, lebih tinggi dibanding pertumbuhan total perusahaan sebesar 63 persen.
Transformasi Bukalapak memperlihatkan perubahan arah perusahaan teknologi Indonesia dari model consumer marketplace menuju platform teknologi digital yang bertumpu pada gaming, layanan keuangan digital, serta solusi berbasis ekosistem.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa inovasi teknologi kini tidak lagi hanya diukur dari jumlah pengguna, tetapi dari kemampuan menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan.