Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Bisa Wujudkan NTT Bebas DBD

Fabiola Febrinastri
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Bisa Wujudkan NTT Bebas DBD
Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

Jumlah kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Manggarai Barat.

Pencegahan DBD sangat penting. Upaya pemberantasan DBD sebaiknya difokuskan pada penggerakan potensi masyarakat untuk dapat berperan serta dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M plus (Menguras,Menutup, Mengubur dan Menabur larvasida), penyebaran ikan pada tempat penampungan air, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat mencegah/memberantas nyamuk

Pengenalan gejala DBD harus menjadi pengetahuan dasar masyarakat umum, agar tidak terlambat dalam pengobatan pasien DBD. Pencegahan demam berdarah harus melibatkan banyak pihak, yaitu pemerintah, dinas terkait kesehatan masyarakat dan masyarakat sendiri.

Koordinasi antara semua pihak sangat diperlukan untuk mengakhiri siklus DBD di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah dan instansi terkait harus membantu membuat sebuah rencana pencegahan dan pengobatan bagi kasus DBD, sedangkan masyarakat yang menjadi pelaksana dari rencana tersebut akan mematikan nyamuk agar mencegah penyakit ini.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sebaiknya keberlanjutan, sehingga tidak ada kasus yang terulang kembali.

Pengirim : Maria Trivonia Sema, mahasiswa Fakultas Bioteknologi UKDW, Yogyakarta

Yoursay adalah tulisan, foto atau video karya warganet.
Isi tanggungjawab penulis.

Kirim karya anda ke email yoursay@suara.com

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS