Bunga Krisan, Potensi Pasar Tanaman Hias Indonesia

Vina Tri Yasmi
Bunga Krisan, Potensi Pasar Tanaman Hias Indonesia
Bunga Krisan

Hasil produksi dan ekspor bunga krisan merupakan yang terbanyak dibandingkan komoditas tanaman hias lainnya. Sehingga usaha bunga krisan memberikan prospek yang menjanjikan.

Suara.com - Tidak ada yang bisa menghindari keindahan alam Indonesia beserta segala tanaman yang tumbuh di buminya. Apalagi sejenis tanaman hias yang sudah pasti memiliki keunggulan pada keindahan dan kemampuannya untuk menarik perhatian mata manusia. Dari berbagai banyak tanaman hias yang ada di Indonesia, salah satu yang patut mendapat perhatian adalah bunga krisan.

Bunga krisan termasuk dalam family Asteraceae dengan nama latin Chrysanthemum indicium L dan masih satu family dengan bunga aster dan daisy. Bunga krisan merupakan tanaman hias yang memiliki keanekaragaman warna dan bentuk bunga. Setidaknya ada lebih dari 70 varietas bunga krisan yang sudah diproduksi melalui program hibridisasi dan mutasi di Kementerian Pertanian.

Selain memiliki keindahan karena keragaman bentuk dan warnanya, bunga krisan juga memiliki kesegaran yang relatif lama dan mudah dirangkai. Keunggulan lain adalah pembungaan dan panennya dapat diatur menurut kebutuhan pasar. Oleh karena itu, jenis bunga ini memberikan hasil yang menggiurkan terhadap potensi pasarnya sebab produk yang dihasilkan selalu terserap pasar dalam jumlah yang banyak.

Keindahan bunga krisan ini dimanfaatkan untuk menghias ruangan serta berbagai acara baik formal maupun informal. Biasanya bunga krisan potong digunakan untuk dekorasi dan rangkaian bunga pada pesta-pesta pernikahan dan acara pembukaan kantor-kantor baru. Sedangkan bunga krisan pot dimanfaatkan sebagai penghias di meja-meja kantor dan ruang tamu.

Berdasarkan Publikasi Statistik Tanaman Hias Indonesia tahun 2018 yang diterbitkan BPS, bunga krisan termasuk dalam kelompok tanaman hias bunga potong. Beberapa bunga yang termasuk dalam kelompok tersebut adalah Anggrek, Anthurium Bunga, Anyelir, Herbras, Gladiol, Pisang-pisangan, Mawar, Sedap malam dan Krisan. Di antara kesembilan jenis bunga tersebut, hasil produksi bunga krisan adalah yang terbesar.

Pada 2018 saja hasil produksinya mencapai 488.176.610 tangkai bunga krisan, jumlah ini bahkah sudah meningkat 1.56 persen dari tahun sebelumnya. Berbanding terbalik dengan peningkatan produksinya, luas panen bunga krisan justru menurun sebanyak 4.56 persen menjadi 11.105.178 m² pada tahun 2018. Meskipun begitu, luas panen bunga krisan masih lebih luas daripada luas panen jenis bunga lainnya.

Dari hasil produksi yang melimpah tersebut, daerah penghasil bunga Krisan terbanyak pada tahun 2018 berada di Jawa Barat yaitu sekitar 38 persen dari keseluruhan produksi bunga krisan di Indonesia. Selanjutnya, disusul oleh Jawa Timur 28 persen dan Jawa Tengah 26 persen.

Di Jawa Barat sendiri, Kabupaten Cianjur merupakan sentra produksi bunga krisan karena keunggulan geografisnya yang memungkinkan pertumbuhan berbagai jenis tanaman subtropis dan tropis sekaligus. Dengan memperhatikan pada keunggulan yang dimiliki serta jarak lokasi yang relatif dekat dengan Jakarta sebagai pangsa pasarnya, maka pengembangan usaha bunga potong krisan memberikan prospek yang menjanjikan.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS