Bagaimana Strategi Pemasaran Jack Ma dalam Membangun Alibaba Group?

Tri Apriyani
Bagaimana Strategi Pemasaran Jack Ma dalam Membangun Alibaba Group?
Pendiri dan pemimpin eksekutif Alibaba, Jack Ma. [Shutterstock]

Alibaba menyediakan layanan penjualan melalui portal web dengan metode customer to customer, business to customer dan business to business.

Suara.com - Jack Ma adalah pendiri dari Alibaba Group yaitu salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia yang berasal dari China. Alibaba menyediakan layanan penjualan melalui portal web dengan metode customer to customer, business to customer dan business to business. Alibaba juga menyediakan layanan pembayaran elektronik, mesin pencari belanja, dan layanan komputasi awan data-centric.

Jack Ma memulai situs Alibaba.com pada tahun 1999, pada metode business to business bertujuan untuk menghubungkan produsen China dengan pembeli di luar negeri. Pada tahun 2012, Alibaba menangani 1,1 triliun yuan (170 miliar dollar) dalam penjualan. Dan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia yaitu Lazada sudah dibeli saham nya oleh Alibaba senilai 1 miliar dollar atau sekitar Rp13,2 triliun.

Keunikan yang dimiliki Alibaba adalah menjadi portal business to business terbesar di dunia, beda dari e-commerce biasanya yang hanya menawarkan konsep business to consumer. Alibaba menangkap pasar business to business dalam mengawali usahanya yang membuahkan banyak keuntungan yang cukup besar.

Keuntungan utama Alibaba.com sebagai e-commerce adalah dapat melakukan ekspor ke-240 negara, sehingga memberikan jangkauan untuk memiliki banyak omzet pendapatan negara. Alibaba diminati banyak para pelaku usaha karena memiliki harga yang sangat ringan dan komisinya sangat rendah sehingga pengusaha bisa melakukan bisnis sendiri dan memperoleh keuntungan yang cukup.

Dikarenakan produk China yang berbiaya rendah sehingga dapat dikatakan bahwa Alibaba memiliki harga penetrasi. Bila dibandingkan dengan biaya yang dikenakan Amazon atau portal lainnya kepada penjual mereka, Alibaba memiliki biaya yang sangat terjangkau.

Alibaba memiliki jangkauan yang sangat luas di seluruh dunia, contoh baru-baru ini Amerika Serikat dengan IPO membangun tim di berbagai negara di Asia. Keuntungan utama Alibaba adalah berasal dari China, di mana pembuatan massal dilakukan. Ada eksportir yang siap berbisnis dan importir yang siap di negara lain yang ingin mengimpor barang. Sehingga, situasi seperti itu dapat menguntungkan bagi keduanya.

Alibaba juga sangat terkenal dalam mempromosikan e-commerce nya secara digital karena mengetahui pada jaman digital saat ini manusia dapat dengan gampang terpengaruh oleh adanya iklan di media sosial. Alibaba sudah menampilkan iklan digital hampir ke seluruh dunia.

Di China, Alibaba mempromosikan portalnya melalui televisi, media sosial, dan juga radio. Di luar China Alibaba memulai iklan televisi yang mana target utamanya adalah portal bisnis B2B (business to business) dan pemasok produk massal.

Pada 2015, Alibaba memiliki pangsa pasar 58 persen di China dan saingan terdekatnya berada pada jauh di 22 persen. Salah satu kekuatan utama China adalah dominasi pangsa pasar ini hadir karena dukungan produsen padat yang mampu berproduksi di tingkat produksi masal dan memasok ke seluruh dunia.

Seorang pemimpin juga berpengaruh dalam menjalankan strategi pemasaran, Jack Ma sebagai pendiri Alibaba juga menjadi pemimpin visioner dan memiliki karakter yang kuat sehingga Alibaba menjadi perusahaan yang sangat besar sampai saat ini.

Alibaba juga menyediakan lingkungan yang sangat kondusif bagi semua orang yang berapartisipasi dalam meneliti kesuksesan Alibaba. Pedagang, konsumen, dealer pihak ketiga, dan lainnya semua mendapatkan akses terhadap skema keuangan, platform terukur, penyimpanan cloud dan akses real time terhadap semua informasi.

Hal tersebut membuat Alibaba sangat menarik para partner untuk berkerjasama. Model berbasis agregator yang dimiliki Alibaba juga membantu mengurangi biaya dan menjaga agar operasi tetap ramping, Hal tersebut juga menghadirkan kesempatan untuk mereplikasi model di pasar lain.

Kita mengetahui bahwa saat ini perkembangan teknologi sangat pesat, semakin banyak pula kompetitor-kompetitor lain yang dimiliki oleh Alibaba. Namun, hal itu tidak menjadikan seorang Jack Ma nyalinya menciut, melainkan ia selalu berpikir untuk terus lebih maju dari para kompetitornya dan akan terus berusaha untuk mencari cara bagaimana agar bisnisnya tersebut bisa berkembang maju.

Jack Ma tidak takut bersaing dengan Amazon yang terlebih dahulu mendahului Alibaba dalam merajai pangsa pasar Amerika, namun Jack Ma memiliki strategi bisnis onlinenya sendiri, yaitu bekerja sama dengan para pengusaha kecil, yang seringkali dilupakan oleh Amazon.

Dari penjabaran yang sudah dijelaskan di atas mengenai strategi pemasaran yang dilakukan oleh Jack Ma dalam membangun Alibaba ada satu hal yang terpenting yang tidak boleh untuk kalian lupakan. Dalam membangun sebuah bisnis, sikap pantang menyerah dan kerja keras adalah hal yang terpenting agar usaha yang kalian impikan membuahkan hasil yang maksimal.


Pengirim: Michelle Nafiri, Mahasiswa Universitas Indonesia, Program Studi Adm. Keuangan dan Perbankan
E-mail: michellenafiri27@gmail.com

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS