Ketabuan Orang Tua Akan Bahaya Narkoba terhadap Kesehatan Anak Remaja

Tri Apriyani
Ketabuan Orang Tua Akan Bahaya Narkoba terhadap Kesehatan Anak Remaja
Ilustrasi Narkoba (freeimages)

Kesadaran orang tua akan narkoba masih sangat minim di Indonesi karena masih banyak anak-anak remaja yang menjadikan narkoba sebagai cara untuk mendapatkan kesenangan.

Suara.com - Obat-obatan terlarang atau yang lebih sering kita sebut dengan Narkoba sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Indonesia. Menurut sumber dari wikipedia Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009).

Kesadaran orang tua akan narkoba masih sangat minim di Indonesi karena masih banyak anak-anak remaja yang menjadikan narkoba sebagai cara untuk mendapatkan kesenangan yang mereka inginkan. Maka dari itu penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan serta berkomunikasi lebih dekat dengan anak-anaknya. Karena tidak sedikit yang menjadikan narkoba sebagai salah satu cara atau alasan mereka untuk menghilangkan stres,  untuk mendapatkan kesengan, bahkan menjadikan itu sebagai salah satu yang dikonsumsi setiap hari (kecanduan).

Pencegahan dini sangat dibutuhkan kekompakan  antara orang tua. Orang tua sangat berperan penting dalam hal ini karena perhatian awal berasal dari dalam rumah. Orang tua membimbing anak-anaknya agar memiki pribadi yang baik dan cerdas, pemberian kebebasan yang bertanggung jawab sangat penting khususnya anak yang memasuki masa remaja.

Jika anak diberikan perhatian, kasih sayang serta berinteraksi dengan baik maka anak tersebut akan lebih bisa menerima nasihat dan lebih mendengarkan apa yang orang tuanya inginkan. Masa remaja adalah masa di mana manusia sedang menuju peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa, yang mana masa tersebut masih harus didampingi oleh perhatian orang tua. Karena remaja masih memiliki sifat labil (belum bisa menentukan sendiri suatu pilihan dengan benar).

Narkoba memiliki berbagai macam jenis serta efek samping yang berbeda-beda. Mahasiswa 22 tahun yang saya wawancarai mengatakan, "Awal saya menggunakan narkoba itu waktu saya masih SMA, saya memakai itu bersama teman-teman saya dan kita saling menyuntik satu sama lain. alasan kita memakai itu karena agar terlihat keren dan mau tau aja sensasi kalau kita memakai narkoba lagi pula orang tua kita masing-masing sibuk dengan kerjanya jadi ya jarang aja merhatiin kita jadi ga ketauan kita pecandu atau bukan."

Saat seseorang sudah mulai mengonsumsi narkoba, kemungkinan besar ia akan mengalami kecanduan. Semakin lama dan sering ia mengonsumsi narkoba semakin tinggi dosis yang ia butuhkan agar terus mendapatkan efek yang sama. Ketika ia merasa efek itu sudah tidak ia rasakan lagi ditubuhnya ia akan terus kembali mengonsumsinya lagi.

Narkoba yang dikonsumsi oleh seseorang akan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, bahkan ke otak. Seorang pecandu juga lebih besar mengalami infeksi menular seksual, kecelakaan, dan melakukan upaya bunuh diri akibat mengonsumsi narkoba. Selain berpengaruh pada kesehatan tubuh, biasanya pecandu lebih mudah mengalami masalah dilingkungan sekolah maupun dikeluarganya.

Orang yang sudah tercandu dengan narkoba, dapat disembuhkan dengan cara rehabilitasi. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNNRI) telah menyediakan layan rehabilitasi bagi para pacandu narkoba.

Maka dari itu sangat penting bagi orang tua untuk lebih memperhatikan perkembangan anak serta monomer satukan anak dari segalanya, agar sang anak pun tidak merasa sendiri dan tidak merasa bahwa dirinya tidak diperhatikan oleh kedua orang tuanya.

Pengirim: Nabilah Talitha Salsabila / Mahasiswi London School Of Public Relations (LSPR)
Email: nabila.thalita@gmail.com

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS