Riset DBS Group: Dampak Virus Corona di Kawasan dari Sisi Rantai Pasokan

Ayunurul
Riset DBS Group: Dampak Virus Corona di Kawasan dari Sisi Rantai Pasokan
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Wabah virus 2019-nCoV mengakibatkan libur Tahun Baru Imlek di Cina diperpanjang, kegiatan produksi/transportasi ditangguhkan, sebagian pekerja rantau terlambat kembali bekerja

Suara.com - Peran China dalam rantai pasokan global

Cina memainkan peran penting dalam rantai pasokan manufaktur global. Daratan Cina saja menyumbang 30-40 persen terhadap total ekspor tekstil dan produk alas kaki dunia, 20 persen terhadap ekspor mesin dan peralatan listrik dunia. Itu tidak termasuk pengiriman tidak langsung melalui Hongkong.

Peran Cina dalam rantai pasokan elektronika sangat penting. Hampir setengah dari 800 basis produksi global Apple saat ini ada di Cina. Sementara itu, sekitar 30 perusahaan Cina daratan sekarang berada dalam daftar 200 pemasok utama Apple, termasuk yang membuat pengeras suara, layar, baterai, panel datar, dan terlibat dalam pengemasan/pengujian sirkuit terpadu.

Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona, adalah salah satu pusat manufaktur utama Cina di sektor baja, mobil, dan elektronika (antara lain semikonduktor, panel datar, dan komponen elektronika). Henan, provinsi tetangganya, adalah basis produksi utama untuk perusahaan teknologi Taiwan Foxconn, penyedia jasa maklon (kontrak manufaktur) terbesar Apple dan perakit iPhone.

Keterkaitan dengan kawasan

Dengan mencermati rantai pasokan kawasan akan terlihat bahwa Cina mengimpor sebagian besar barang setengah jadi dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Di sisi lain, tujuan utama produk antara buatan Cina adalah Korea Selatan dan Jepang, diikuti oleh India dan Vietnam.

Taiwan dan Korea Selatan sangat tergantung pada Cina untuk mendukung ekspor produk setengah jadi mereka lebih dari 40 persen ekspor terkait ditujukan untuk pasar Cina. Vietnam, terutama, sangat tergantung pada Cina untuk pasokan barang setengah jadi- lebih dari 30 persen bersumber dari Cina.

Dampak jangka pendek dan jangka panjang

Gangguan terhadap aktivitas akibat wabah penyakit tersebut menimbulkan risiko efek limpahan negatif di kawasan. Sektor tekstil dan elektronika global tentunya paling rentan terhadap gangguan terhadap rantai pasokan Cina. Dampak terparah akan dirasakan oleh Taiwan, Korea Selatan dan Vietnam, baik dalam bentuk penundaan produksi hilir maupun kekurangan pasokan bahan baku hulu.

Wabah virus corona juga menguji kemampuan manajemen krisis pemerintah Cina dan membuat tata kelola publik, infrastruktur kesehatan, komunikasi massa, perlindungan lingkungan, dan masalah terkait lain, menjadi sorotan dunia. Dari perspektif jangka panjang, pertanyaannya adalah apakah kepercayaan investor asing tentang keberlanjutan pertumbuhan Cina akan melemah, yang akan mengakibatkan perombakan rantai pasokan oleh perusahaan multinasional, yang berbasis di Cina. Beberapa perusahaan multinasional telah mulai mengalihkan produksi dari Cina ke negara tetangga seperti Vietnam dan Taiwan dalam beberapa tahun terakhir sebagai reaksi terhadap perang dagang Cina-AS. Kecenderungan diversifikasi ini kemungkinan akan semakin kuat.

Oleh: Ma Tieying / Economist, DBS Group Research

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS