10 Fakta Menarik Serial Netflix Money Heist

Tri Apriyani
10 Fakta Menarik Serial Netflix Money Heist
Topeng Dali La Casa de Papel / Money Heist

Serial ini berkisah tentang dalang kriminal bernama The Professor yang menyusun rencana pencurian terbesar dalam sejarah bersama delapan orang perampok

Tayangan Netflix dengan judul Money Heist, akhir-akhir ini menjadi rekomendasi tontonan bagi penggemar film dan series. Series dengan judul asli La Casa de Papel ini adalah serial TV Spanyol yang hingga kini telah menayangkan 37 episode yang terbagi menjadi 4 part.
Serial ini berkisah tentang dalang kriminal bernama The Professor yang menyusun rencana pencurian terbesar dalam sejarah bersama delapan orang  perampok. Uniknya dalam serial ini, perampok yang tergabung memiliki nama samaran yaitu nama-nama kota di dunia.
Ingin tau fakta lain serial Netflix Money Heist? Yuk simak selengkapnya!
1. Tayangan Netlfix Paling Banyak Ditonton di 6 Negara
Ilustrasi aplikasi Netflix. [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi Netflix. [Shutterstock]
Menurut film dokumenter berjudul The Phenomenon, Money Heist adalah tayangan Netflix yang paling banyak ditonton di Perancis, Italia, Argentina, Chili, Brasil, dan Portugal. Serial ini juga memiliki basis penggemar yang signifikan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan Turki. 
2. Sukses di Dunia, Money Heist Pernah Gagal di Negara Sendiri
Money Heist memang bukanlah tayangan original Netflix. Serial ini diproduksi oleh Vancouver Media yang awalnya ditayangkan di Antena 3 saluran TV Spanyol.
Episode pertamanya pada 2 Mei 2017 menarik 4,5 juta pemirsa di saluran Spanyol Antena 3. Tapi saat seri berlanjut, jumlah penontonnya anjlok.
3. La Casa de Papel Awalnya Berjudul Los Desahuciados
Profesor dan Anggota Geng La Casa de Papel / Money Heist
Profesor dan Anggota Geng La Casa de Papel / Money Heist
Sang kreator film, Alex Pina awalnya menyebut serial ini Los Desahuciados atau The Outcasts yang berarti orang-orang terusir. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mayoritas karakter utama sebenarnya masyarakat terbuang dengan latar belakang kriminal.
Nama itu kemudian diubah menjadi La Casa De Papel yang berarti rumah kertas agar sesuai dengan naskah perampokan The Royal Mint, gedung pencetak uang kertas.
4. Tokyo adalah Karakter Pertama yang Diberi Nama Kota
Jesús Colmenar, salah satu produser, melihat Alex Pina sang kreator serial ini sedang mengenakan kaos dengan tulisan Tokyo. Colmenar pun mengatakan bahwa nama itu bisa menjadi nama karakter yang bagus. Akhirnya karakter di anggota geng perampokan menggunakan nama yang berasal dari kota juga.
5. Hampir Semua Anggota Geng Menggunakan Nama Ibukota Negara
Anggota Geng La Casa de Papel / Money Heist
Anggota Geng La Casa de Papel / Money Heist
Anggota geng perampokan masing-masing memiliki nama samaran dengan menggunakan nama sebuah kota di dunia. Uniknya beberapa nama menggunakan nama Ibukota. Dimulai dari Berlin yang merupakan nama Ibukota Negara Jerman, Helsinki - Finlandia, Tokyo - Jepang, Nairobi - Kenya, Moskow - Rusia, dan Oslo - Norwegia.
Tersisa nama Rio dan Denver yang bukan merupakan nama ibukota negara. Namun Rio sendiri berasal dari nama ibukota negara bagian di Brasil yaitu Rio de Janeiro. Lalu Denver merupakan nama ibukota negara bagian di Amerika Serikat yaitu Colorado.
6. Profesor Juga Punya Nama Kota
Alvaro Morte, aktor yang memerankan karakter Profesor mengatakan bahwa dia memiliki pilihan nama kotanya sendiri. Ia memilih nama Vatikan karena sangat cocok dengan karakter Profesor dalam serial Money Heist.
"Konsep apa yang cocok untuknya, tetapi kita harus menghapus komponen agama. Ini akan menjadi Kota Vatikan. Itu adalah kota negara. Yang sangat kecil. Tapi seperti The Professor, selalu terlindung, dan pada saat yang sama, ia memiliki kekuatan besar di seluruh dunia," kata Morte dalam sebuah interview.
Jaime Lorente, yang berperan sebagai Denver, ingin menyarankan alternatif lain. "Aku akan memanggilnya 'Profesor Venice Beach,' hanya karena itu akan terdengar luar biasa."
7. Karakter Tokyo Terinspirasi dari Karakter Matilda di film Léon: The Professional (1994)
Tokyo La Casa de Papel / Money Heist dan Matilda Leon The Professional
Tokyo La Casa de Papel / Money Heist dan Matilda Leon The Professional
Di episode pertama, setelah bergabung dengan geng perampokan Profesor Tokyo mengubah penampilannya dari berambut panjang menjadi rambut pendek bob. Model rambut Tokyo tersebut mengingatkan akan karakter bernama Matilda di tahun 1994. Tidak hanya model rambut, kemiripan lainnya juga ada pada kalung choker yang dikenakan Tokyo dan Matilda. 
Matilda sendiri diperankan oleh Natalie Portman di film Léon: The Professional (1994). Matilda dan Tokyo selain secara penampilan memiliki kemiripan, mereka juga memiliki karakter yang sama-sama kuat.
8. Topeng Dali
Topeng Dali La Casa de Papel / Money Heist
Topeng Dali La Casa de Papel / Money Heist
Topeng yang dikenakan geng perampokan La Casa de Papel ini terinspirasi dari seniman Spanyol bernama Salvador Dali. 
Ketika Salvador Dali masih hidup, banyak karyanya diciptakan selama gerakan di Zurich pada awal abad ke-20 dan tentang menolak masyarakat kapitalis modern. Semua filosofinya selaras dengan para perampok di La Casa de Papel.
9. Nama Samaran Profesor
Profesor La Casa de Papel / Money Heist
Profesor La Casa de Papel / Money Heist
Di part 1, kita melihat Profesor melakukan tugas lain untuk membantu jalannya perampokan dengan memata-matai inspektur Raquel Morillo. Profesor menggunakan nama samaran Salva Martin agar dapat lebih dekat dengan inspektur. Nama ini juga bisa dikaitkan dengan seniman yang menjadi inspirasi dari topeng geng perampokan yaitu Salvator Dali.
10. Lagu Bella Ciao Adalah Lagu Tentang Protes
Lagu Bella Ciao akan sering Anda dengar di serial ini. Pertama kali dinyanyikan adalah ketika anggota perampok, Moskow, akhirnya menyentuh tanah ketika ia menggali terowongan keluar dari Royal Mint of Spain.
Bella Ciao La Casa de Papel / Money Heist
Bella Ciao La Casa de Papel / Money Heist
Menurut penulis skenario dan produser eksekutif Javier Gómez Santander, mereka berusaha keras untuk mencari tahu lagu mana yang bisa mereka gunakan untuk menandai momen perayaan dalam pertunjukan.
Lagu yang berasal dari Italia ini dipilih karena memiliki rasa anthemic yang dibutuhkan saat adegan. Selain itu lagu Bella Ciao memiliki sejarah sebagai lagu yang sering dinyanyikan oleh demonstran anti-fasis di Italia pada Perang Dunia II.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS