Para Ilmuan Singapura Uji Coba Vaksin Covid-19 Ke Tubuh Manusia

azis supriyadi
Para Ilmuan Singapura Uji Coba Vaksin Covid-19 Ke Tubuh Manusia
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Para ilmuan asal Singapura berupaya uji coba vaksin virus corona (Covid-19), serta mengembangkan pengobatan antibodi pada bulan Agustus mendatang.

Suara.com - Para ilmuan asal Singapura berupaya uji coba vaksin virus corona (Covid-19) pada bulan Agustus mendatang.

Dalam lansiran Channel News Asia, Selasa (16/6/2020). Konon lebih dari 100 vaksin tengah di kembangkan secara masal atau global. Termasuk vaksin yang sedang di uji coba yakni AstraZeneca dan Pfizer. Vaksin tersebut merupakan buatan dari perusahaan Amerika Serikat (AS), Arcturus Therapeutics. Dan akan di uji coba oleh para ilmuan Singapura.

Dukes-NUS Medical School di Singapura akan mengevaluasi vaksin tersebut guna mengintruksikan sel manusia untuk membuat suatu protein virus Corona spesifik yang memproduksi respons imun.

“Fakta bahwa hal tersebut mereplikasi dan memicu respons imun yang sangat seimbang, baik dalam hal antibodi maupun sel pembunuh. Itu sifat yang disambut baik.” Ujar Ooi Eng Eong, Wakil Direktur Program Penyakit Menular pada Dukes-NUS Medical School kepada Reuters.

Penjelasan Ooi, bahwa antibodi yang menempel pada virus akan membantu mencegah terinfeksi lebih dalam sel. Sedangkan pembunuh itu merupakan perpanjangan dari sistem imun tubuh tersebut yang mengenai sel terinfeksi dan menghancurkannya.

Sedangkan dalam pendekatan model mRNA belum disetujui untuk pengobatan apapun, jadi para pendukung termasuk sebuah perusahaan dari Amerika Serikat (AS), biotech belum dipetakan. Sehingga Ooi mengungkapkan perlu kajian lebih panjang yang sangat diperlukan untuk memastikan keamanannya.

Disisi lain, Ooi juga tengah mengembangkan pengobatan antibodi monoclonal untuk virus Corona dan akan mulai di uji cobakan kepada relawam yang sehat demi keselamatannya. Serta akan di uji cobakan pada pekan ini, sebelum di uji coba ke pasien Corona dalam beberapa pekan mendatang.

Proses pengobatan semacam itu, bisa lebih cepat dari vaksi. Antibodi dihasilkan dalam tubuh untuk melawan infeksi. Antibodi monoclonal tersebut meniru antibodi alami dan mampu diisolasi serta diproduksi dalam jumlah besar dalam penyakit tersebut.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS