Wisata Danau Tambing Siap Beradaptasi di Masa Normal Baru

Izfaldi Muhammad
Wisata Danau Tambing Siap Beradaptasi di Masa Normal Baru
Dermaga Danau Tambing atau Rano Kalimpa di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Dok. Izfaldi Muhammad)

Pelibatan ataupun penyiagaan aparat keamanan dikawasan wisata Danau Tambing hingga kini juga tengah dibahas secara serius oleh pihak Taman Nasional Lore Lindu.

Suara.com - Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) telah merencanakan adaptasi atau pengoprasian kembali wisata Danau Kalimpa atau Danau Tambing di masa kenormalan baru awal Bulan Juli 2020 mendatang, setelah sempat ditutup karena terdampak Covid-19 sejak 17 Maret yang lalu.

Sejumlah peraturan baru yang tengah dibahas adalah pembatasan pengunjung selama perpekan, hingga penyiagaan satgas Covid-19 dan aparat dilokasi wisata untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada masa normal baru nanti.

“Kita sudah berkordinasi dengan gugus tugas Covid-19 dan nanti kita akan menyampaikan surat lagi untuk mendapat rekomendasi baik dari Gubernur Sulteng dan juga mendapatkan arahan rekomendasi dalam rangka pembukaan destinasi wisata ini,” Ujar Kepala TNLL Jusman, Ahad (27/6) di Palu.

Menurutnya saat dibuka nanti, Jusman memastikan tata kelola kawasan konservasi itu akan dilakukan dengan aturan pencegahan penularan virus corona.

Ia mengemukakan, beberapa di antara tata kelola yang baru akan diterapkan di area camping ground seluas 4,5 hektare itu yakni pembatasan pengunjung selama per pekan yakni maksimal 500 wisatawan dalam maupul luar daerah Sulawesi Tengah. Karena biasanya, wisatawan yang datang ke Danau Tambing mencapai 3000 wisatawan perpekannya.

Sedangkan personel Satgas Covid-19 akan dilibatkan pada pintu masuk Danau Tambing, disertai dengan beberapa fasilitas protokol kesehatan untuk para pengunjung sebelum masuk kedalam area wisata.

“Jadi setiap pengunjung yang datang itu kita record datanya, berapa lama dia akan disana, dan kita pastikan mematuhi protokol kesehatan datang menggunakan masker, cuci tangan terlebih dulu, bersedia diukur suhu tubuhnya, karena banyak orang tidak mau diukur suhu tubuhnya dan untuk personel dari kita akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) agar penularan itu kita cegah sedini mungkin,” Katanya.

Selain itu, pengaturan jarak atau physical disatncing antar tenda satu dengan tenda yang lain juga akan diberlakukan oleh pihak Taman Nasional Lore Lindu.

Lebih dalam, Jusman menjelaskan pelibatan ataupun penyiagaan aparat keamanan dikawasan wisata Danau Tambing hingga kini juga tengah dibahas secara serius oleh pihaknya. Sebabtnya, pertimbangan dalam pelibatan aparat yakni mencegah adanya oknum-oknum wisatawan yang tidak memperdulikan apalagi mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

“Dan bagaimanapun itu adalah area untuk fauna tertentu ya, tidak jauh dari lokasi kita itu adalah lintasan satwa endemik kita, terus banyak sekali burung menjadikan tempat itu sebagai tempat istrahat, nah biasanya pengunjung itu aktiv selama 24 jam ada berteriak-teriak bahkan menggunakan sound system nah itu mengganggu,” Tekannya.

Sementara itu, tata kelola baru yang akan diterapkan itu sendiri menyesuaikan dengan aturan Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka adaptasi normal baru, dan mencegah munculnya klaster baru penularan Covid-19 yang tetap menjadi kekhawatiran.

Telaga Tambing atau Rano Kalimpaa selama ini menjadi destinasi andalan wisatawan di Sulawesi Tengah. Letaknya yang berada di pegunungan kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang beriklim sejuk menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang dan berkemah.

“Kami sebenarnya sudah dibolehkan membuka objek wisata itu oleh Dinas Pariwisata Sulteng, tapi masih banyak pertimbangan untuk itu. Kami tidak mau ada klaster baru dari sana, makanya prakondisi terus kami lakukan, mudah-mudahan dalam pekan ini nantinya kami sudah akan mulai mensosialisasikan tata kelola baru ini,” Pungkasnya.(Izfaldi Muhammad)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS