Tagar #UIBergerak Trending, Mahasiswa UI Tuntut Keringanan UKT

affan syafiq
Tagar #UIBergerak Trending, Mahasiswa UI Tuntut Keringanan UKT
Kampus Universitas Indonesia . [suara.com]

Dalam Pembelajaran Jarak Jauh, banyak fasilitas yang tidak bisa digunakan oleh mahasiswa. Akses dari penggunaan laboratorium adaalah salah satu hal yang tidak bisa dinikmati d

Suara.com - Tagar #UIBergerak menduduki trending topic di Indonesia sejak Senin siang hingga malam (6/7/2020). Tagar tersebut meramaikan jagat dunia maya sebagai bentuk aksi mahasiswa Universitas Indonesia menuntut keringanan uang kuliah tunggal (UKT) selama pandemi. 

Dalam Pembelajaran Jarak Jauh, banyak fasilitas yang tidak bisa digunakan oleh mahasiswa. Akses dari penggunaan laboratorium adaalah salah satu hal yang tidak bisa dinikmati dari pembayaran UKT.

Aksi online tersebut diketahui bermula dari cuitan utas akun twitter resmi @BEMUI_Official saat memposting live report audiensi antara aliansi BEM se-UI, BK MWA UI UM bersama jajaran rektorat Universitas Indonesia. Pada audiensi tersebut, pihak rekotrat UI menolak untuk menyiarkan atauapun merekam audiensi tersebut secara langsung di Youtube dengan alasan bukan untuk konsumsi khalayak publik.

“Pihak Rektorat UI menganggap bahwa pertemuan hari ini sebagai pertemuan privat sehingga tidak bisa dibuka untuk publik. BEM se-UI sedang menekan pihak Rektorat UI untuk bisa membuka diskusi ini ke publik”, jawab perwakilan rektorat UI menanggapi permintaan untuk menyiarkan dan merekam audiensi tersebut (6/7/2020).

Aliansi BEM se-UI bersama BK MWA UI UM memaparkan hasil survei aspirasi mahasiswa UI terkait kemampuan membayar biaya operasional Pendidikan (BOP) di tengah pandemi. Hasil survei tersebut mengatakan bahwa Hasil survei Adkesma BEM se-UI dan BK MWA UI UM 2020 menunjukkan bahwa 82,9% dari 3.305 responden merasa pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap kemampuan pembayaran BOP.

Sementara itu, hasil survei yang dilakukan Pasca UI Gerak menunjukkan 86% responden mengakui bahwa sumber pendapatan pribadi atau orang tua terdampak langsung oleh pandemi Covid-19.

Hasil survei tersebut dijadikan pijakan ilmiah oleh aliansi BEM se-UI bersama BK MWA UI UM untuk memberikan policy brief  (rekomendasi kebijakan) terkait penyesuaian UKT di tengah pandemi. Adapun enam rekomendasi kebijakan yang ditawarkan, diantaranya:

  1. Melakukan transparansi terkait pengalokasian BOP yang dibayarkan oleh mahasiswa UI selama masa pandemi Covid-19 kepada sivitas akademika UI.
  2. Melakukan evaluasi proses kegiatan belajar mengajar dengan metode PJJ pada semester genap 2019/2020.
  3. Melakukan pengalokasian anggaran biaya yang tidak digunakan selama masa pandemi Covid-19 untuk menunjang kegiatan perkuliahan mahasiswa UI selama masa PJJ dengan melakukan pemberian bantuan pulsa internet untuk seluruh mahasiswa UI, pemberian bantuan logistik untuk mahasiswa UI yang masih berada di lingkungan sekitar UI, dan peningkatan biaya untuk pengurangan biaya pendidikan pada semester ganjil periode 2020/2021.
  4. Menerbitkan kebijakan penyesuaian biaya pendidikan semester ganjil periode 2020/2021 berupa pemotongan biaya pendidikan untuk mahasiswa UI dari semua jenjang pendidikan, termasuk mahasiswa UI angkatan 2020.
  5. Melakukan pembuatan SPO yang jelas dan komprehensif terkait pengurangan, penundaan, pemindahan cluster golongan UKT, dan penyesuaian perhitungan biaya pendidikan pada semester ganjil periode 2020/2021.
  6. Melakukan perpanjangan masa pembayaran biaya pendidikan pada semester ganjil periode 2020/2021 sesuai arahan dari Permendikbud No. 25 Tahun 2020.

Menanggapi rekomendasi tersebut, pihak Rektorat UI menyampaikan tidak dapat memberikan respons segera terhadap rekomendasi yang diberikan karena diperlukan kajian yang mendalam. Sekretaris Rektor UI, Ibu Agustin, berujar bahwa "kita semua lagi kena musibah, kita bergotong royong menghadapi ini, kita harus menanggung beban bersama-sama. Jadi, tidak dibebankan ke satu pihak, tapi pihak lain tidak ikut memikul. Dosen juga kesusahan, bukan cuma mahasiwa." Ujar Sekretaris Rektor UI, Ibu Agustin (6/7/2020)

Beliau juga mengatakan "kata kunci pertama gotong royong, kedua tepat sasaran. Misal kalau saya mampu bayar, kenapa saya harus kurang. Mungkin ada penurunan namun saya masih mampu. Misal kalau saya masih bisa bayar 7,5 dan saya mampu, kenapa saya harus bayar kurang dari itu?" tanya Ibu Agustin (6/7/2020).

Pihak rektorat UI mengkritisi jumlah sampal survei jaring aspirasi mahasiswa UI yang tidak mencapai 10% populasi. Namun, di sisi lain, UI justru tidak melakukan survei untuk mengetahui bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap kondisi mahasiswa.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS