Hari Kependudukan Sedunia: Melindungi Wanita dan Anak Perempuan Indonesia

arif rahman
Hari Kependudukan Sedunia: Melindungi Wanita dan Anak Perempuan Indonesia
World Population Day / Hari Kependudukan Sedunia

Selama pandemi covid-19, Indonesia dikabarkan mengalami lebih dari 400.000 kehamilan baru yang tak direncanakan dan kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat sebesar 75%.

Suara.com - Hari Kependudukan Sedunia (World Population Day) merupakan salah satu agenda rutinan yang diperingati pada tanggal 11 Juli setiap tahunnya. Penetapan hari tersebut dipelopori oleh pengurus United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1989 dengan latar belakang perhatian masyarakat terhadap Hari Lima Miliar pada 11 Juli 1987. Di mana pada hari tersebut diperkirakan populasi dunia mencapai lima miliar orang.

Adapun tujuan peringatan Hari Kependudukan Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat dunia terhadap permasalahan kependudukan dunia, seperti hak asasi manusia (HAM), pengangguran, kemiskinan, kesehatan ibu dan anak, dan sebagainya.

Jumlah penduduk Indonesia dan tantangannya

Berdasarkan data BPS, pada tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia mencapai angka 237 juta jiwa. Kemudian pada tahun 2019 telah mencapai 267 juta jiwa. Artinya dalam kurun waktu 9 tahun, jumlah penduduk Indonesia telah bertambah 30 juta jiwa. Pada tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 270 juta jiwa dan pada 2030 mencapai 294 juta jiwa.

Pertumbuhan penduduk yang pesat ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya jumlah orang yang bertahan hidup hingga usia reproduksi. Selain itu, pertumbuhan tersebut juga disertai dengan perubahan besar dalam tingkat kesuburan, peningkatan urbanisasi, dan percepatan migrasi.

Pada tahun 2019, lebih dari setengah penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa yang luasnya hanya 6,74 persen dari Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan perbedaan yang cukup mencolok antara pembangunan di Pulau Jawa dan luar Jawa. Kondisi ini juga yang menyebabkan kontribusi wilayah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebagian besar masih disumbang oleh Pulau Jawa.

Selain dari sisi ekonomi, jumlah penduduk yang besar juga menyebabkan masalah-masalah sosial diantaranya pengangguran, kemiskinan, kekerasan berbasis gender, dan sebagainya.

Salah satu isu sosial yang cukup ramai dibahas di dunia saat ini adalah kekerasan terhadap perempuan. Di Indonesia sendiri, menurut Komnas Perempuan kasus kekerasan terhadap perempuan selalu bertambah setiap tahunnya. Bahkan berdasarkan catatan tahunan 2020, kekerasan terhadap perempuan meningkat hingga 792 persen selama 12 tahun terakhir.

Hal ini jugalah yang melatarbelakangi tema yang diangkat untuk memperingati Hari Kependudukan Sedunia tahun 2020 yaitu “Menjaga Kesehatan serta Hak-hak Wanita dan Anak Perempuan”. Terlebih karena adanya pandemi covid-19 ini, banyak tenaga medis perempuan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi covid-19.

Mengapa fokus pada wanita dan anak perempuan

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS