Jaga Fundamental Bisnis, BRI Finance Catatkan Laba Bersih Rp90,88 Miliar
Suara.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) berhasil mempertahankan fundamental bisnis yang kokoh meskipun menghadapi lanskap industri pembiayaan yang penuh tantangan.
Sepanjang tahun buku 2025, anak usaha Bank Rakyat Indonesia ini membukukan laba bersih senilai Rp90,88 miliar.
Meski angka tersebut terkoreksi 12,53 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp103,90 miliar, capaian ini dinilai sebagai hasil dari langkah mitigasi dan penyesuaian strategi perusahaan yang dilakukan secara hati-hati (prudent) dalam menghadapi tekanan pendapatan serta fluktuasi pasar.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, mengungkapkan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Di tengah situasi industri yang dinamis, pengelolaan risiko yang ketat menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas aset.
"Kami terus melakukan berbagai adaptasi strategi bisnis demi memastikan operasional yang berkelanjutan. Fokus kami adalah memperkuat kualitas portofolio dan menjalankan manajemen risiko secara disiplin," ujar Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dari sisi pendapatan (top line), BRI Finance meraup total pendapatan sebesar Rp1,23 triliun pada 2025. Struktur pendapatan perusahaan menunjukkan diversifikasi yang sehat, dengan rincian kontributor utama sebagai berikut:
Pembiayaan Multiguna: Rp546,57 miliar.
Pendapatan Sewa Operasi: Rp375,74 miliar.
Pembiayaan Investasi: Rp175,91 miliar.
Lainnya: Pembiayaan modal kerja (Rp13,30 miliar), pendapatan bunga (Rp11 miliar), serta keuntungan dari penjualan aset sewa operasi (Rp46,11 miliar).
Salah satu sorotan positif dari kinerja BRI Finance adalah kemampuannya dalam melakukan efisiensi operasional. Total beban perusahaan terpantau turun 12,59 persen menjadi Rp1,11 triliun.
Penurunan beban pendanaan, yang tercatat sebesar Rp335,30 miliar, memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga margin perusahaan, diikuti oleh beban depresiasi serta gaji dan tunjangan karyawan.
Di sisi neraca keuangan, BRI Finance menunjukkan penguatan struktur permodalan yang cukup signifikan. Total ekuitas perusahaan tumbuh 6,33 persen menjadi Rp1,51 triliun.
Secara paralel, perusahaan mengambil langkah strategis dengan memangkas liabilitas hingga 37,6 persen menjadi Rp3,90 triliun.
Sebagai konsekuensi dari penyesuaian strategi dan fokus pada kualitas aset, total aset perusahaan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp5,41 triliun.
Langkah penurunan aset ini mencerminkan komitmen manajemen dalam melakukan pembersihan portofolio dan memperkuat posisi likuiditas secara berkelanjutan.
“Penguatan struktur modal dan optimalisasi liabilitas adalah fondasi penting bagi kami. Hal ini meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan dalam menangkap berbagai peluang pertumbuhan di masa yang akan datang,” pungkas Wahyudi.