Transformasi Bisnis Rumahan Jadi Brand Dunia Hingga Raih Penghargaan BRI
Suara.com - Kunci sukses produk lokal untuk dapat bersaing di kancah global terletak pada komitmen menjaga kualitas dan pemenuhan standardisasi yang ketat.
Hal ini dibuktikan oleh "It’s Me Time", unit usaha kuliner asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang memproduksi brownies ketan dengan varian andalan Choco Chip. Usaha yang dirintis oleh Jalian Setiarsa sejak 2 November 2017 ini berhasil mengubah skala bisnis rumahan menjadi komoditas ekspor.
Pada masa awal rintisan, proses pembuatan kue ini hanya mengandalkan kapasitas dapur rumah dengan output sekitar 300 buah per bulan.
Namun, pembenahan besar-besaran dilakukan pada aspek higienitas dan tata ruang kerja. Melalui bimbingan intensif, tempat kerja ditata ulang secara profesional dengan memisahkan area produksi dapur dari tempat tinggal pribadi, serta melengkapinya dengan berbagai dokumen legalitas pangan yang sah.
Langkah penataan mutu dan pemenuhan regulasi tersebut membuahkan hasil manis. Produk brownies ketan ini sukses mengantongi rangkaian pengakuan resmi, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang meliputi sertifikat PIRT, Halal, Good Manufacturing Practices (GMP), SNI, hingga standar keamanan pangan dunia Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Langkah standardisasi ini menjadi karpet merah yang mengantarkan bisnis kuliner tersebut naik kelas. Pada tahun 2021, volume produksi tahunan melesat tajam ke angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan wilayah distribusi yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan melalui jalur perdagangan daring maupun luring.
Pemilik It’s Me Time, Jalian Setiarsa yang akrab disapa Arso, mengakui bahwa program bimbingan mutlak diperlukan dalam membuka cakrawala bisnisnya ke pasar internasional.
"Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas," ungkap Arso.
Standardisasi tersebut membuka peluang ekspor yang difasilitasi melalui ajang pameran besar seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia.
Produk ini berhasil merealisasikan ekspor ke Turki dan Hong Kong pada tahun 2021, merambah ke Singapura dan Australia pada 2022, hingga menembus pasar Malaysia pada 2023.
Prestasi ini turut dibarengi dengan raihan penghargaan Produk Terbaik No. 1 BRI serta posisi utama di ajang SNI Award.