Aset Melonjak Jadi Rp2.250 Triliun, Fundamental BRI Kian Kokoh
Suara.com - Ketangguhan fundamental bisnis menjadi kunci utama bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam mengarungi iklim perekonomian global yang penuh dengan tekanan.
Kinerja keuangan yang tumbuh positif nyatanya menjadi tulang punggung bagi perusahaan untuk bisa secara konsisten menyetorkan puluhan triliun rupiah ke dalam kas negara.
Sepanjang Kuartal I 2026, catatan laporan keuangan konsolidasian BRI Group memamerkan rapor yang sangat menggembirakan.
Perseroan sukses membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun. Capaian impresif ini ditopang oleh eskalasi penyaluran fasilitas kredit dan pembiayaan yang tumbuh melesat sebesar 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.
Berdasarkan laporan terkini, berikut adalah sejumlah indikator kinerja fundamental perseroan pada Kuartal I 2026:
- Total Aset: Mengalami pertumbuhan sebesar 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), membengkak hingga menyentuh angka Rp2.250 triliun.
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Berhasil dihimpun sebesar Rp1.555,1 triliun, mencerminkan pertumbuhan positif 9,4 persen (yoy).
- Komposisi Dana Murah (CASA): Makin mendominasi kantong DPK hingga menyentuh angka Rp1.058,6 triliun, atau setara dengan 68,07 persen dari total keseluruhan DPK. Porsi ini menggemuk dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang saat itu bertengger di level 65,77 persen.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pertumbuhan metrik keuangan yang kuat dan sehat ini pada akhirnya harus dapat dirasakan manfaatnya oleh publik luas melalui setoran pajak dan dividen, terlebih saat peringatan Hari Pajak Nasional.
"Momentum Hari Pajak ini menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai (value creation) BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara," tambah Hery.
Ketahanan metrik likuiditas yang ditunjukkan dari besarnya penghimpunan dana murah, dipadukan dengan akselerasi penyaluran kredit yang agresif namun terukur, membuktikan bahwa BRI mampu menavigasi bisnis di tengah ketidakpastian.
Skema penciptaan nilai yang diadopsi perseroan tidak sebatas mengejar profitabilitas korporasi, melainkan memastikan bahwa manfaat keberlanjutan tersebut dapat dinikmati oleh negara.