Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak
Suara.com - Akses pembiayaan modal memang penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun pendampingan dan pembinaan kapasitas usaha sering kali menjadi faktor penentu agar sebuah bisnis mampu bertahan dan bersaing (naik kelas).
Prinsip inilah yang dijalankan secara konsisten oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program Rumah BUMN.
Kisah sukses pendampingan ini dirasakan langsung oleh Bambwi Rumiyati, pemilik usaha Bambwi Jaya yang memproduksi Brownies Mocaf Belimbing asal Demak.
Pada tahun 2020, Rumiyati diperkenalkan dengan ekosistem Rumah BUMN BRI Demak oleh petugas bank. Wadah ini menjadi titik balik penting dalam eskalasi bisnisnya.
Pendampingan Berkelanjutan dan Perluasan Akses Pasar
Di Rumah BUMN, Rumiyati tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ia memperoleh serangkaian pembinaan krusial yang diberikan secara bertahap. Beberapa program edukasi yang diikutinya meliputi:
- Penataan Administrasi Usaha: Membantu pengelolaan pencatatan keuangan yang lebih sistematis.
- Pengembangan Produk dan Kemasan: Mengedukasi cara membuat tampilan produk lebih profesional dan menarik minat pasar.
- Pemasaran Digital: Mengajarkan pemanfaatan platform online untuk menjangkau konsumen di luar daerah.
Selain pelatihan dasar, Rumiyati juga diikutsertakan dalam program unggulan seperti BRI Incubator dan Brilianpreneur. Program ini sukses memperluas wawasan strategisnya dan membuka pintu akses terhadap peluang pasar berskala nasional.
"Melalui Rumah BUMN BRI Demak, saya banyak belajar bagaimana mengelola usaha dengan lebih baik. Tidak hanya diajarkan soal pemasaran digital, tetapi juga bagaimana membangun produk yang lebih siap bersaing. Pendampingannya benar-benar berkelanjutan, sehingga kami semakin percaya diri," papar Rumiyati
Merespon pencapaian positif tersebut, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kisah Bambwi Jaya adalah cerminan dari komitmen strategis perusahaan.
Menurut Dhanny, UMKM mutlak membutuhkan ekosistem utuh yang mengintegrasikan layanan keuangan, ruang belajar, dan pembukaan akses pasar.
"BRI terus berkomitmen menghadirkan pemberdayaan yang menyeluruh bagi UMKM, mulai dari akses layanan keuangan, pendampingan usaha, hingga pembukaan peluang pasar. Melalui Rumah BUMN, pelaku UMKM diharapkan dapat semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu naik kelas secara berkelanjutan,” tegas Dhanny.
Sebagai catatan impresif, hingga periode Mei 2026, BRI tercatat telah aktif mengelola 54 titik Rumah BUMN yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Melalui fasilitas tersebut, BRI telah menyelenggarakan lebih dari 18.000 program pelatihan.
Langkah masif ini diharapkan mampu terus mencetak pengusaha-pengusaha lokal yang tangguh, sekaligus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pergerakan perekonomian daerah.