Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
Suara.com - Upaya pemerataan akses layanan perbankan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) terus digenjot guna mempercepat roda ekonomi daerah.
Di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui ujung tombaknya—yakni para Mantri BRI—sukses mengubah kebiasaan finansial masyarakat pedesaan dari konvensional menuju sistem perbankan modern.
Langkah konkret ini dijalankan oleh Elce Putri Bontong, Mantri BRI Unit Bolu yang bertugas menjangkau Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala. Dalam menjalankan tugasnya, Elce tidak hanya berfungsi sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai pendamping keuangan yang komprehensif bagi para petani dan peternak lokal.
Selain memberikan akses pembiayaan untuk pengembangan modal usaha, Elce menghadapi tantangan kultural di mana sebagian warga desa masih terbiasa menyimpan uang tunai di rumah.
Ia secara konsisten mengedukasi masyarakat mengenai keamanan dan pentingnya menabung di bank.
Sebagai solusi praktis untuk mempermudah transaksi, Elce memfasilitasi pembentukan Agen BRILink di desa tersebut. Keberadaan agen ini terbukti sangat krusial, terutama bagi budaya masyarakat Toraja yang banyak merantau.
- Kemudahan Pengiriman Uang (Remitansi): Keluarga di desa tidak perlu lagi menitipkan uang kepada orang lain untuk dikirimkan, karena transaksi penarikan maupun pengiriman dana dari anak-anak mereka di luar kota dapat dilakukan langsung melalui Agen BRILink.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Warga desa tidak perlu lagi turun gunung menempuh jarak 35 kilometer menuju kantor cabang terdekat hanya untuk melakukan transaksi perbankan dasar.
Mantri BRI Sebagai Penasihat Keuangan (Financial Advisor)
Keberhasilan penetrasi layanan keuangan di daerah 3T ini mendapat apresiasi dari manajemen pusat. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh Mantri BRI didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap karakter usaha dan potensi wilayah setempat.
“Mantri BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga bertindak sebagai financial advisor yang mengawal pertumbuhan usaha melalui pendampingan menyeluruh sejak tahap awal hingga berkembang,” tegas Dhanny.
Ia juga menambahkan bahwa dedikasi para mantri di lapangan, termasuk kiprah Elce, adalah bukti efektivitas budaya kerja perusahaan dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa perempuan mampu menjadi agen perubahan dan motor penggerak ekonomi yang tangguh di tengah masyarakat pedesaan.