Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional
Suara.com - Akses terhadap hunian yang terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus diakselerasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Melalui instrumen Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BRI berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran yang masif berkat skema cicilan yang sangat bersahabat bagi kantong masyarakat.
Hingga bulan Juli 2026, antusiasme masyarakat terhadap program perumahan bersubsidi melalui BRI terbukti sangat tinggi.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa kunci dari masifnya serapan fasilitas pembiayaan ini terletak pada struktur bunga yang telah disubsidi oleh pemerintah, sehingga cicilan bulanan tidak membebani arus kas nasabah.
“KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi, pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan. Karena itu, cicilannya masih sangat terjangkau. Hal tersebut membuat masyarakat antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun,” jelas Hery Gunardi di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Selain melalui skema KUR Perumahan yang realisasi unitnya telah mencapai 167 persen dari target (77.592 unit hingga Juli 2026), BRI juga gencar mengoptimalkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema FLPP.
Tercatat, hingga 20 Juli 2026, realisasi pembiayaan FLPP yang telah disalurkan oleh bank pelat merah ini mencapai 19.075 unit rumah.
Data nasional menunjukkan betapa signifikannya mandat yang dipikul oleh BRI dalam keseluruhan ekosistem pembiayaan perumahan nasional. Dari total target nasional pembangunan dan pembiayaan sebanyak 430.535 unit rumah, BRI dipercaya untuk membiayai 148.535 unit di antaranya. Angka tersebut setara dengan penguasaan porsi sebesar 34,5 persen dari keseluruhan target nasional.
Dominasi ini menjadikan BRI sebagai tulang punggung utama keberhasilan Program 3 Juta Rumah tahun 2026.
Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan backlog perumahan di Indonesia, kesiapan infrastruktur layanan BRI yang menjangkau hingga ke pelosok daerah dinilai menjadi keunggulan komparatif yang sulit ditandingi.
Pihak manajemen BRI menegaskan komitmennya untuk terus tancap gas memenuhi sisa target pembiayaan hingga penutupan tahun buku 2026.
Upaya berkesinambungan ini diharapkan dapat mewujudkan visi agenda prioritas nasional, yakni menghadirkan hunian yang layak, aman, dan dapat dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat ekonomi bawah tanpa harus tercekik oleh tingginya suku bunga komersial.