Dorong Digitalisasi PAD Gowa, BRI Hadirkan Integrasi Sistem Pembayaran Lewat BRIAPI
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi menjalin kemitraan strategis bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) guna mengakselerasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan teknologi Application Programming Interface milik BRI (BRIAPI) untuk modernisasi serta penguatan fondasi fiskal daerah.
Integrasi teknologi keuangan yang dihadirkan oleh BRI ini memegang peranan krusial dalam mempercepat proses transformasi digital pada sistem perpajakan dan retribusi di Kabupaten Gowa. Melalui ekosistem digital BRIAPI, proses transaksi penerimaan daerah kini dapat terhubung secara langsung, lebih cepat, presisi, serta menjamin tingkat keamanan dan akuntabilitas data yang tinggi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, mengapresiasi dukungan serta keandalan teknologi finansial yang disediakan oleh BRI. Menurutnya, keterlibatan perbankan nasional seperti BRI menjadi kunci penting dalam menciptakan tata kelola keuangan daerah yang responsif terhadap perkembangan zaman.
“Melalui kerja sama ini, kita tidak hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga membangun kepercayaan, membangun sistem, dan membangun kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi layanan daerah,” ujarnya saat menghadiri acara yang dirangkaikan dengan High Level Meeting Pendapatan Daerah di Gowa, Senin.
Andy menerangkan, adopsi jaringan infrastruktur digital BRI melalui layanan BRIAPI memberikan fleksibilitas tinggi bagi pemerintah daerah dalam melakukan sinkronisasi sistem pembayaran. Kehadiran solusi teknologi perbankan ini terbukti mempermudah proses rekapitulasi data (rekonsiliasi) keuangan serta meningkatkan akurasi laporan penerimaan kas daerah secara real-time.
“Ini adalah bentuk sinergi yang sangat relevan dengan kebutuhan pemerintah daerah yang semakin dituntut untuk cepat, tepat, aman, dan akuntabel,” katanya.
Pemkab Gowa optimistis profesionalisme dan rekam jejak BRI dalam sektor perbankan digital akan membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Kemudahan akses transaksi yang disediakan BRI diharapkan dapat memicu kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kemandirian fiskal daerah.
Andy juga menegaskan pentingnya pengawalan agar solusi digital dari BRI ini dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan dan terus dievaluasi demi perbaikan kualitas layanan publik.
“Kita juga ingin menegaskan bahwa penguatan pendapatan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, BRI, dan seluruh perangkat terkait agar setiap potensi pendapatan dapat dikelola secara optimal,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Gowa, Indra Wahyudi Yusuf, memaparkan bahwa dukungan sistem pembayaran digital yang terintegrasi dari mitra perbankan seperti BRI sangat dibutuhkan untuk menjaga tren positif realisasi pajak daerah.
Berdasarkan data Bapenda, capaian pajak daerah Kabupaten Gowa konsisten melampaui target, yakni sebesar 100,41 persen pada 2023, 100,26 persen pada 2024, dan meningkat hingga 104,69 persen pada 2025.
Untuk tahun 2026, Pemkab Gowa menetapkan target penerimaan pajak daerah berada di kisaran Rp307 miliar. Hadirnya inovasi teknologi layanan dari BRI diyakini menjadi pendorong utama agar target penerimaan tersebut tidak hanya realistis untuk dicapai, tetapi juga berpotensi kembali dilampaui.