Update Kinerja BBRI Q2 2026: Catat Lonjakan Laba, CAR Aman di 21,5%

Update Kinerja BBRI Q2 2026: Catat Lonjakan Laba, CAR Aman di 21,5%


Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: BBRI) mencatatkan raihan kinerja keuangan dan operasional yang solid hingga penutupan Triwulan II 2026.

Capaian ini memperkuat fondasi perseroan untuk mendorong penciptaan nilai yang optimal serta berkelanjutan bagi para pemegang saham, sekaligus memelihara kecukupan modal dalam menyokong ekspansi bisnis ke depan.

Hingga akhir Triwulan II 2026, BRI secara konsolidasian membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun. Realisasi tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan profitabilitas ini digerakkan oleh ekspansi penyaluran kredit yang tumbuh 16,2 persen yoy. Langkah ekspansif tersebut juga dibarengi dengan perbaikan kualitas aset, yang ditandai oleh penurunan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) dari posisi 3,0 persen menjadi 2,9 persen.

Di samping itu, kecukupan modal perseroan tetap berada di level yang aman. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI terjaga pada tingkat 21,5 persen, melampaui target jangka panjang internal yang ditetapkan minimal sebesar 20 persen.

Kondisi ini memberikan ruang gerak yang memadai bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi usaha dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menjelaskan bahwa pencapaian kinerja ini menjadi pijakan penting bagi perseroan dalam menyeimbangkan imbal hasil bagi investor dan kebutuhan pengembangan bisnis jangka panjang.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham. Terkait dividend payout ratio, kebijakan dividen Perseroan ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif, termasuk kinerja keuangan, tingkat permodalan, kebutuhan pengembangan bisnis, kondisi perekonomian, serta keputusan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham,” ujar Achmad.

Manajemen menekankan bahwa penciptaan shareholder value tidak hanya ditinjau dari besaran dividen dan capital gain semata. Penambahan permodalan—yang sebagian besar bersumber dari akumulasi laba—menjadi bagian dari strategi pengelolaan modal untuk memperbesar kapasitas pembiayaan perseroan dalam menangkap peluang pasar di masa depan.

“Yang terpenting, kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap ditopang fundamental yang semakin kuat. Kondisi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut Achmad.

Dalam perspektif yang lebih luas, keterjagaan kualitas aset dan profitabilitas yang stabil menjadi motor pendorong nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Manajemen optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus dipertahankan melalui eksekusi strategi bisnis yang disiplin.

“Kami melihat penciptaan nilai bagi pemegang saham dari perspektif yang jauh lebih luas. Dengan optimalisasi alokasi modal ini, kami berkomitmen untuk menciptakan pertumbuhan laba yang solid, sehingga mampu memberikan hasil dan nilai yang semakin meningkat bagi seluruh pemegang saham,” imbuh Achmad.

Langkah strategis ke depan akan tetap berfokus pada penyeimbangan antara pertumbuhan penyaluran kredit, pengelolaan risiko kualitas aset, profitabilitas, dan ketahanan modal.

“Fokus kami adalah memastikan setiap keputusan alokasi modal mampu menciptakan nilai yang optimal dalam jangka panjang. BRI akan terus menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang atraktif bagi pemegang saham, memperkuat permodalan, serta menyediakan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan BRI hari ini dapat menjadi fondasi bagi penciptaan shareholder value yang semakin kuat dan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas Achmad.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.