Dana Kelolaan Tumbuh 46%, Bukti Layanan Wealth Management BRI Makin Dipercaya
Suara.com - Menghadapi fluktuasi perekonomian global dan domestik, instrumen investasi berbasis syariah kian diperhitungkan sebagai salah satu alternatif diversifikasi portofolio aset yang tangguh. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: BBRI) bersinergi dengan manajer investasi terkemuka, PT Syailendra Capital, menyelenggarakan agenda Sharia Wealth Forum 2026.
Mengusung tema besar “Navigating Opportunities Through Sharia Investment”, forum berskala eksklusif ini diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, memaparkan bahwa pergerakan pasar yang cepat menuntut para investor untuk memiliki perhitungan yang matang. Keputusan finansial tidak lagi bisa hanya bergantung pada satu variabel, melainkan harus mengkalkulasi keseimbangan antara potensi imbal hasil, tingkat risiko, ketersediaan likuiditas, serta kesesuaiannya dengan target keuangan jangka panjang nasabah.
“Kondisi ekonomi dan pasar terus bergerak dinamis. Bagi investor, situasi seperti ini tentu menghadirkan tantangan, tetapi di saat yang sama juga membuka berbagai peluang. Karena itu, semakin penting bagi kita untuk melihat investasi secara lebih menyeluruh, tidak hanya mengejar potensi imbal hasil, tetapi juga bagaimana menata portofolio, menjaga likuiditas, dan mengelola risiko sesuai dengan tujuan finansial masing-masing,” ujar Aris.
Dalam lanskap modern, investasi syariah telah bertransformasi menjadi instrumen universal. Pilihan pada produk berbasis syariah kini bukan sekadar memenuhi preferensi keyakinan, melainkan juga dinilai sebagai jangkar pelengkap portofolio yang mampu meredam volatilitas pasar.
Melalui forum ini, para nasabah dibekali wawasan mendalam mengenai arsitektur pasar modal syariah, prinsip-prinsip etis investasi, serta kurasi produk reksa dana syariah yang tersedia di pasaran.
Untuk mendukung implementasi strategi tersebut, BRI Wealth Management menghadirkan layanan advisory yang dipersonalisasi. Pendampingan profesional ini dirancang agar nasabah dapat mengeksplorasi berbagai alternatif kelas aset secara objektif sebelum memfinalisasi struktur portofolionya.
“Pengelolaan investasi tidak berhenti pada memilih instrumen, tetapi bagaimana setiap keputusan ditempatkan dalam strategi portofolio yang tepat. Kami ingin nasabah memiliki perspektif yang utuh dalam melihat setiap alternatif, termasuk investasi syariah, sebelum menentukan pilihan. Melalui Relationship Manager BRI Prioritas dan BRI Private, kami siap mendampingi nasabah dalam mengevaluasi peluang dan menyusun strategi investasi yang relevan dengan kebutuhan masing-masing,” tegas Aris.
Sejalan dengan pandangan tersebut, CEO Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, memberikan analisisnya terkait momentum pergerakan aset saat ini. Menurutnya, fase koreksi yang sempat melanda pasar justru melahirkan titik masuk (entry point) yang atraktif bagi investor cerdas, terutama dengan tingkat valuasi saham maupun obligasi yang kini jauh lebih kompetitif.
“Memasuki paruh kedua 2026, kita melihat lanskap investasi yang semakin kompleks. Kondisi market yang dinamis membuat kita semakin sadar bahwa pengelolaan aset dan wealth management sangat penting. Bukan hanya memaksimalkan return, tetapi juga mengelola risiko. Paruh pertama 2026 memberikan tekanan yang cukup besar. Namun setelah koreksi yang signifikan, kita mulai melihat munculnya peluang baru dari valuasi yang lebih menarik dan imbal hasil yang lebih kompetitif. Karena itu, bagi kami, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali portofolio secara lebih objektif,” ujar Fajar.
Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pendampingan finansial dari perseroan tercermin kuat pada rapor kinerja bisnis manajemen kekayaan BRI.
Hingga penutupan triwulan II tahun 2026, ekosistem BRI Wealth Management mencatatkan lonjakan jumlah investor baru yang luar biasa sebesar 280,68 persen secara tahunan. Akselerasi tersebut turut mendongkrak total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) pada produk reksa dana hingga meningkat tajam sebesar 46,94 persen.
Guna memastikan kenyamanan transaksi dan konsultasi nasabah premium di seluruh penjuru negeri, penetrasi layanan BRI Wealth Management saat ini telah ditopang oleh operasional 43 outlet layanan prima serta 152 fasilitas Priority Lounge yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.