BRI Perkuat Ekonomi Pedesaan Melalui Peran Strategis Agen BRILink
Suara.com - Memasuki bulan Oktober yang diperingati sebagai momentum Bulan Inklusi Keuangan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan kembali komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan keuangan yang aman, mudah, dan merata hingga ke pelosok negeri. Salah satu pilar utama strategi perseroan dalam mengakselerasi inklusi keuangan ini adalah penguatan ekosistem Agen BRILink di level akar rumput.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa keberadaan Agen BRILink memiliki posisi kunci sebagai perpanjangan tangan bank yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat pedesaan.
“Agen BRILink memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan BRI yang hadir semakin dekat dengan masyarakat hingga ke tingkat desa dan berbagai wilayah yang relatif jauh dari kantor bank. Kehadiran Agen BRILink tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat,” ungkap Dhanny.
Model inklusi berbasis pemberdayaan masyarakat ini tercermin jelas pada perjalanan Erni, Agen BRILink asal Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Bergabung sejak 2015, Erni berhasil menjembatani kebutuhan transaksi perbankan warga desa yang sebelumnya harus menempuh perjalanan belasan kilometer menuju Unit Kerja BRI terdekat.
Melalui pendekatan edukatif dan pelayanan yang konsisten, keberadaan Agen BRILink milik Erni kini mencatatkan rata-rata 6.000 transaksi setiap bulannya. Dukungan penuh dari BRI Padang berupa penyediaan dua unit mesin EDC turut mengakselerasi kapasitas layanannya. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga yang mendapatkan akses perbankan cepat, tetapi juga meningkatkan pendapatan usaha warung Erni hingga dua kali lipat dari posisi awal sebelum menjadi agen.
Dhanny menambahkan bahwa dampak ekonomi berganda (multiplier effect) inilah yang menjadi target utama BRI selama Bulan Inklusi Keuangan. Kehadiran layanan keuangan di tingkat lokal terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian desa secara mandiri.
“Dengan demikian, semangat Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada perluasan akses, tetapi diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang semakin nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Dhanny.