Dukung Ekonomi Lokal, BRI Gelar Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui BRI Region 11 Yogyakarta terus memperkuat perannya dalam mendorong digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendampingan serta edukasi pemanfaatan layanan transaksi digital secara berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui pendampingan kepada pelaku UMKM di berbagai daerah, termasuk Berkah Swasembada, usaha kedai kopi milik Ibnu Fajri yang berlokasi di Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Berkah Swasembada merupakan usaha kedai kopi yang mulai dirintis pada 2025, berangkat dari ketertarikan pemiliknya terhadap kopi dan keinginan untuk mempelajari beragam jenis kopi. Dalam mengembangkan usahanya, Ibnu Fajri menghadapi tantangan berupa persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Untuk menjawab tantangan tersebut, Berkah Swasembada mengoptimalkan promosi melalui platform digital, menjaga kualitas produk, serta menawarkan harga yang terjangkau bagi pelanggan.
“Saya memulai usaha ini karena memang memiliki ketertarikan terhadap kopi dan ingin terus belajar mengenal berbagai jenis kopi. Di tengah persaingan yang ada, saya berusaha menjaga kualitas produk, menetapkan harga yang terjangkau, dan memanfaatkan platform digital agar Berkah Swasembada semakin dikenal masyarakat,” ujar Ibnu.
Dalam mendukung aktivitas usahanya, Berkah Swasembada memanfaatkan berbagai layanan digital BRI, antara lain QRIS BRI, aplikasi BRImo, dan BRImerchant. Pemanfaatan layanan tersebut membantu pelaku usaha dalam mendukung aktivitas transaksi sekaligus menyesuaikan operasional bisnis dengan perkembangan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran nontunai.
Sebagai bagian dari upaya memperluas adopsi transaksi digital di kalangan UMKM, petugas transaksi BRI Branch Office Ajibarang secara berkelanjutan melakukan pendampingan dan edukasi penggunaan QRIS BRI. Pendampingan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha memahami manfaat transaksi digital serta mengoptimalkan pemanfaatan layanan perbankan dalam mendukung kegiatan usaha sehari-hari.
Pada kesempatan terpisah, Regional Chief Executive Officer BRI Region 11 Yogyakarta, Kusdinar Wiraputra mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan UMKM karena dapat membantu pelaku usaha menyediakan alternatif pembayaran yang praktis, mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai, serta mendukung pencatatan transaksi secara lebih terstruktur. Dengan pencatatan transaksi yang tersedia, pelaku usaha juga dapat memiliki gambaran aktivitas bisnis yang lebih baik untuk mendukung evaluasi dan perencanaan pengembangan usaha.
Melalui QRIS BRI, pelaku UMKM dapat menyediakan pembayaran nontunai menggunakan kode QR yang dapat dipindai melalui aplikasi pembayaran yang mendukung standar QRIS. Solusi ini membantu pelaku usaha menghadirkan pilihan pembayaran yang lebih praktis tanpa harus menyediakan mesin electronic data capture (EDC) untuk menerima pembayaran QRIS. Pemanfaatan layanan digital tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
“Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan layanan transaksi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Melalui QRIS BRI, kami berharap pelaku usaha dapat memberikan kemudahan pembayaran bagi pelanggan sekaligus mulai membangun pencatatan transaksi yang lebih terstruktur,” ujarnya.
BRI juga menghadirkan ekosistem layanan digital yang saling melengkapi melalui BRImo dan BRImerchant. BRImo mendukung kebutuhan transaksi perbankan nasabah, sementara BRImerchant membantu pelaku usaha dalam mendukung pengelolaan aktivitas transaksi merchant. Integrasi pemanfaatan layanan ini diharapkan dapat membantu UMKM menjalankan aktivitas usaha secara lebih praktis dan terorganisasi sesuai kebutuhan bisnisnya.
Bagi Berkah Swasembada, pendampingan dan pemanfaatan layanan digital BRI dirasakan membantu dalam mendukung pengembangan usaha. Ke depan, Ibnu Fajri berencana memperluas jangkauan pasar agar Berkah Swasembada semakin dikenal masyarakat. Pengalaman merintis usaha juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk terus menjaga kualitas produk, beradaptasi dengan persaingan, dan memanfaatkan peluang yang tersedia.
Komitmen BRI dalam mendukung UMKM tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan produk dan layanan perbankan, tetapi juga melalui edukasi serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Melalui jaringan layanan dan tenaga pemasar yang menjangkau berbagai wilayah, BRI terus mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan pemahaman terhadap layanan keuangan formal dan memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas bisnis.
Upaya tersebut sejalan dengan peran BRI sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan segmen UMKM. Dengan memperluas pemanfaatan layanan digital, BRI berupaya membantu pelaku usaha membangun proses bisnis yang lebih adaptif, memperluas akses terhadap layanan keuangan, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika pasar.
Melalui pendampingan berkelanjutan dan penguatan ekosistem digital, BRI akan terus mendorong UMKM di berbagai daerah agar mampu berkembang, meningkatkan daya saing, dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.