SuaraBandungBarat.id - Upaya penyidikan terkait kasus pembunuhan tewasnya Brigadir J masih terus menyelimuti misteri.
Sampai saat ini yang menjadi dugaan warganet terkait perihal tersangka Ferdy Sambo untuk lepas dari jeratan hukum mati semakin kuat bahkan bisa lolos dari hukuman mati atau penjara seumur.
Benar seperti diberitakan Ferdy Sambo layak disebut Kaisar Sambo. Bukti itu bisa terlihat nyata. Bahkan skenario yang dimainkan masih sesuai arahannya.
Salah satunya mengenai motif Ferdy Sambo yang marah dan menembak Brigadir J. Hingga motifnya soal pelecehan seksual yang disampaikan Ferdy Sambo.
Dikabarkan sebelumnya, Mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun menilai bila dugaan pelecehan seksual masuk dalam skenario maka akan menjadi hal yang meringankan hukuman Ferdy Sambo.
Mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun menilai, tindakan Ferdy Sambo membunuh merupakan spontanitas karena ada tekanan sesuatu atau pengaruh sesuatu.
Pengaruh ini bisa muncul dari dugaan pelecehan seksual sehingga membuat ledakan emosi atau pengaruh zat adiktif narkotika.
Namun untuk dugaan penggunaan zat adiktif narkotika belum terungkap karena kepolisian sejauh ini tidak melakukan tes narkotika kepada Ferdy Sambo.
Skenario Tersangka Ferdy Sambo lolos dari hukuman mati
Baca Juga: Prediksi Persebaya vs RANS; Momentum Kebangkitan Bajul Ijo
Bila aksi dipicu kasus pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi maka sangkaan primer Pasal 340 KUHP soal pembunuhan berencana bisa bergeser ke pasal subsider yakni Pasal 338 KUHP mengenai menghilangkan nyawa orang lain.
"Ini akan jadi bagian mempengaruhi ringannya perbuatan, karena ada sesuatu hal yang menjadikan suatu perbuatan," ujar Gayus Selasa (13/9/2022)
Gayus menjelaskan dugaan pelecehan seksual ini nantinya akan menjadi suatu pertimbangan yang membuat peristiwa penembakan Brigadir J terjadi.
Dugaan pelecehan ini juga mempengaruhi sangkaan lainnya terhadap Ferdy Sambo terkait kasus penembakan Brigadir J.
"Walaupun lebih dari satu perbuatan bisa menjadi satu perbuatan. Tentu ini akan meringankan karena tidak direncanakan sehingga pembunuhannya bukan rencana tapi pembunuhan yang seketika dilakukan karena tekanan sesuatu tadi," ujar Gayus.
Sumber : Suara.com