SuaraBandungBarat.id- Tiko membeberkan kisahnya merawat sang ibu (Eny) tanpa menggunakan listrik kurang lebih selama 12 tahun di rumah mewahnya di kawasan kompleks PLN daerah Cakung, Jakarta Timur.
Ia menjelaskan, fasilitas listrik dan air yang ada di rumah mewahnya tersebut dicabut tak berselang lama orangtuanya memilih untuk bercerai.
“Listrik dicabut tidak lama setelah mamah sama papah berpisah di tahun 2011. Kalau ga salah deh listrik berbarengan sama air itu dicabut. Jadi kondisi rumah seperti ini keadaanya tanpa listrik dan air,” katanya seperti dikutip dari kanal YouTube NGOBROL ASIX, Minggu (8/1/2023).
Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih ia mendapatkannya dari tetangga sebelah rumah yang berbaik hati memberikan air untuk dirinya dan ibunya.
“Tetangga-tetangga itu peduli sih jadi di sebelah rumah itu ada yang membantu kalau untuk air bersih ambil seember-seember,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan penerangan dirinya selama ini menggunakan lilin. Padahal tetangga pun sudah menawarkan memberi bantuan pasokan listrik namun sang ibu menolaknya.
“Tetangga pun menawarkan untuk listrik cuman mamah ga mau entah kenapa. Itu juga kondisi mentalnya sudah menurun,” katanya.
Hingga saat ini, kata Tiko, dirinya tidak mengetahu secara pasti alasan ibunya enggan menggunakan listrik untuk penerangan di rumah walaupun tetangga dari dulu menawarkan bantuan tersebut.
“Sampai saat ini aku ga tau alasannya cuman yang jelas kalau sekarang terbiasa di gelap yah mengurung diri di rumah,” katanya.
Baca Juga: HIG Bekerjasama dengan Patra Jasa Kelola The Patra Bali Resort & Villas
Ia menyebut, sang ibu terkadang marah ketika dirinya menyalakan lampu handphone untuk penerangan di dalam rumah.
“Kalau aku menggunakan penerangan flash light HP mamah pasti marah,” katanya.
Ia menegaskan, sejauh ini interaksi sang ibu bersama tetangga masih baik. Terlebih ketika pergi ke warung untuk membbli kebutuhan hidup sehari-hari. Namun emosinya kadang tidak terkontrol ketika berada di rumah.
“Tapi saat ini interaksi dengan lingkungan masih normal. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari masih mau keluar seperti belanja beli makanan itu mamah masih,” katanya.
“Untuk ngobrol sih kata tetangga masih normal masih nyambung pada umunnya seperti orang lain gituh. Cuman kalau udah di rumah itu emosinya mamah gampang marah ga kekontrol gitu,” tandasnya. (*)
Sumber: YouTube NGOBROL ASIX berjudul EKSKLUSIF!!CERITA LENGKAP KEHIDUPAN TIKO & IBUNYA BELASAN TAHUN DI RUMAH MEWAH TANPA LISTRIK & AIR