SuaraBandungBarat.id - Tak terasa beberapa hari lagi, umat Muslim sudah memasuki bulan Ramadhan, di mana mereka akan berpuasa selama satu bulan penuh dan merayakan hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri.
Bagi Anda yang belum mengganti utang puasa, maka harus mengqadha puasa sebelum tiba Ramadhan berikutnya.
Biasanya untuk mengqadha puasa, dilakukan pada hari biasa dengan jumlah puasa sesuai banyaknya hari yang ditinggalkan.
Dilansir dari NU Online, kesempatan untuk mengganti puasa Ramadhan yakni sampai bulan Ramadhan berikutnya kecuali dengan alasan tertentu, belum bisa melaksanakan qadha' puasa sampai di bulan Ramadhan berikutnya.
Selain itu untuk mengqadha puasa Ramadhan, maka wajib memiliki niat puasa qadha saat malam hari.
Hal tersebut diterangkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’-nya sebagai berikut.
: .
Artinya: “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II).
Sementara, untuk lafal niat qadha puasa Ramadhan yaitu:
Baca Juga: Ratusan Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Bakal Ditampung Di Kapal TNI
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadh’I fardhi syahri Ramadhna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Adapun tata cara mengganti puasa atau mengqadha puasa Ramadhan:
1.Untuk mengganti puasa Ramadhan, wajib wajib memiliki niat puasa qadha saat malam hari.
2.Membaca niat qadha puasa Ramadhan dan tidak boleh melakukan larangan dalam berpuasa.