Materi Khutbah Jumat Tentang: Keutamaan Akhlak dalam Membangun Kemajuan Bangsa, Terutama Generasi Muda

bandungbarat | Suara.com

Jum'at, 17 Maret 2023 | 10:21 WIB
Materi Khutbah Jumat Tentang: Keutamaan Akhlak dalam Membangun Kemajuan Bangsa, Terutama Generasi Muda
Ilustrasi, materi khutbah Jumat tentang keutamaan akhlak dalam membangun kemajuan bangsa. (Pixabay dari Pexels)

SuaraBandungBarat.id - Simak materi khutbah Jumat berikut ini tentang keutamaan akhlak dalam membangun kemajuan bangsa.

Kemajuan bangsa memang tidak lepas dari peran serta masyarakat yang secara bersama-sama membangun bangsa yang kuat.

Namun kerjasama tersebut tidak akan terwujud jika akhlak dan karakter bangsa tidak baik, terutama kaum muda yang menjadi penerus bangsa.

Maka dari itu, berikut ini adaah khutbah Jumat tentang keutamaan akhlak dalam membangun kemajuan bangsa:

Khutbah I:

. . . . : .

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Marilah kita selalu meningkatkan ketakwaan kepada

Allah Swt dengan selalu berjalan di atas ketentuan yang telah ditetapkan-Nya. Sehingga dapat mengantarkan kita menuju kebahagiaan yang abadi yaitu kebahagiaan akhirat.


Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Generasi muda saat ini adalah masa depan bangsa. Namun karakter yang dimiliki anak muda sekarang sangatlah miris.

Oleh karena itu, marilah kita membangun kembali generasi muda kita dengan cara mendidik ilmu dan akhlak yang telah diajarkan oleh nabi Muhammad saw, selalu mengenang dan menceritakan jasa para pahlawan yang telah gugur demi menegakkan tiang kemerdekaan bangsa ini.

Sebab dengan hal itu generasi muda akan sedikit lebih mengerti tentang arti sebuah perjuangan.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita akui atau tidak, pemuda adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam mengisi kemerdekaan. Merekalah yang sangat menentukan baik buruknya masa depan tanah air ini.

Bahkan karena perannya yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini tercetuslah hari Sumpah Pemuda yang diperingati pada tanggal 28 Oktober.

Namun apa yang kita saksikan sekarang? Sudah berapa banyak pemuda generasi bangsa yang menjerumuskan dirinya ke dalam hal-hal yang bersifat negatif seperti narkoba, pembunuhan, pemerkosaan dan banyak keburukan lain. Untuk mengatasinya, marilah kita mulai dari komunitas yang terkecil seperti keluarga.

Allah Swt berfirman:

.(:6)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (Q.S. at-Tahrim:6)

Jika mayoritas penduduk tanah air ini peduli akan kebaikan keluarganya masing-masing dan menjaganya dari hal-hal yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam neraka, maka niscaya generasi bangsa akan selamat dari hal-hal negatif, karena generasi bangsa adalah anak-anak kita sendiri yang kelak akan meneruskan perjuangan bangsa ini.

Namun, sungguh bukan hal yang mudah untuk memelihara putra putri kita dari gejolak zaman yang telah terkikis krisis akhlak ini.

Apalagi di zaman sekarang yaitu zaman yang haus akan harta dan tahta, kemaksiatan banyak terjadi di mana-mana dan sudah dianggap menjadi suatu hal yang lumrah. Na’udzubillahi min dzalik.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagai orang tua marilah kita mendidik anak sejak dini dengan akhlak yang baik karena karakter sudah mulai terbentuk sejak usia kanak-kanak.

Dengan terbentuknya karakter anak yang berakhlakul karimah, maka sudah pasti anak akan bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk baginya.

Secara otomatis ia dapat menyaring perilaku teman temannya. Begitu juga sebaliknya, jika anak tidak diajarkan akhlak yang baik, maka ia akan mudah terpengaruh oleh teman-temannya.

Sehingga ia akan dengan cepat menirukan perkataan dan perbuatan yang ia lihat tanpa menyaring terlebih dahulu apakah hal itu baik atau buruk baginya.

Di zaman sekarang banyak orang pintar, tetapi tidak berakhlak seperti para koruptor. Mereka berpendidikan tinggi, menyandang gelar, mempunyai jabatan tetapi tanpa rasa takut dan malu meraka melakukan hal yang dilarang oleh agama dan negara.

Jika para koruptor benar-benar mempunyai akhlak yang baik, niscaya ia tidak akan berani melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu, banyak ulama kuno yang mempunyai prinsip “adab berada di atas ilmu".

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Janganlah merasa bosan untuk selalu menasihati putra putri kita dalam hal sekecil apapun, karena nasihat tersebut lambat laun akan membentuk karakter seorang anak.

Sehingga dia menjadi seorang yang berakhlakul karimah. Meski terlihat sepele, namun hal ini sangat berpengaruh dalam menjadikan buah hati kita sebagai anak yang saleh dan salihah.

Hal itu telah dicontohkan oleh Lukman Hakim dalam menasihati putranya yang dijelaskan dalam firman Allah Swt:

(:17)

Artinya: “Hai anakku, dirikanlah salat dan perintahlah (manusia) mengerjakan kebaikan dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (Q.S. Luqman:17)

Tidak hanya itu, masih banyak lagi nasihat-nasihat Lukman Hakim kepada putranya yang bahkan sampai diabadikan di dalam Alquran.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Dalam membangun generasi muda sempurna yang

berhubungan dengan Allah Swt ataupun dengan mahluk (hablum minallah wa hablum minannas) pasti tidak terlepas dari dua pondasi yaitu agama dan negara. 
Agama membekali pemeluknya dengan aturan (hukum) yang sesuai dengan posisi masing-masing untuk dipertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah Swt.

Sedangkan negara merupakan prinsip yang menjadi landasan bagi para pemeluknya untuk melakukan perbuatan baik serta berakhlakul karimah.

Dapat kita ambil kesimpulan dari apa yang telah disampaikan, betapa pentingnya membekali anak dengan ilmu dan akhlak yang mulia sejak dini, sehingga dia dapat melanjutkan perjuangan orangtuanya, negaranya, bahkan agamanya. Semoga Allah Swt memberikan kita anugerah.

. . .

Khutbah II:

. .   . . . . .   . . . . !

Demikian khutbah Jumat tentang keutamaan akhlak dalam membangunkemajuan bangsa yang dikutip dari lirboyo.net.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jaminan di Masa Depan, Ini Pentingnya Generasi Muda Paham Asuransi Syariah

Jaminan di Masa Depan, Ini Pentingnya Generasi Muda Paham Asuransi Syariah

Lifestyle | Rabu, 15 Maret 2023 | 08:35 WIB

Ini Pentingnya Generasi Muda Perempuan Melek Literasi Keuangan

Ini Pentingnya Generasi Muda Perempuan Melek Literasi Keuangan

Lifestyle | Minggu, 12 Maret 2023 | 11:15 WIB

Materi Kutbah Jumat Tentang: Menyambut Bulan Ramadhan, Jangan Sia-siakan Anugrah dan Karunia Allah

Materi Kutbah Jumat Tentang: Menyambut Bulan Ramadhan, Jangan Sia-siakan Anugrah dan Karunia Allah

| Jum'at, 10 Maret 2023 | 10:46 WIB

Terkini

Promo Indomaret 10 Mei 2026, Belanja Hemat untuk Stok Mingguan

Promo Indomaret 10 Mei 2026, Belanja Hemat untuk Stok Mingguan

Sumbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:06 WIB

Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan

Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:05 WIB

Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis

Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:05 WIB

Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958

Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:02 WIB

Selebgram Arjun Lantam Dihujat Usai Bikin Challenge Matikan Token Listrik Warga

Selebgram Arjun Lantam Dihujat Usai Bikin Challenge Matikan Token Listrik Warga

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:00 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 10 Mei 2026, Diskon Kopi Bubuk Instan

Promo Indomaret Hari Ini 10 Mei 2026, Diskon Kopi Bubuk Instan

Sumut | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:52 WIB

BabyMonster Ekspresikan Kebebasan Diri Tanpa Batas di Lagu Terbaru, Choom

BabyMonster Ekspresikan Kebebasan Diri Tanpa Batas di Lagu Terbaru, Choom

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:50 WIB

5 Sepatu Lari Lokal Ringan dengan Kualitas Jempolan, Ada yang Tanpa Tali

5 Sepatu Lari Lokal Ringan dengan Kualitas Jempolan, Ada yang Tanpa Tali

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:45 WIB

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:41 WIB

Mengalah Atas Nama Cinta

Mengalah Atas Nama Cinta

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:35 WIB