Berhenti sebagai Guru Honorer usai Mengomentari Ridwan Kamil, Kini Kang Sabil Mendapatkan Pekerjaan Baru

bandungbarat

Kamis, 23 Maret 2023 | 22:30 WIB
Berhenti sebagai Guru Honorer usai Mengomentari Ridwan Kamil, Kini Kang Sabil Mendapatkan Pekerjaan Baru
Percakapan antara mantan guru honorer, Kang Sabil dan Kang Dedi Mulyadi. Kang Sabil viral karena komentarnya di akun instagram Ridwan Kamil. (Tangkapan Layar Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

suarabandungbarat.id – Kang Sabil menjadi viral karena komentarnya yang menyebut “maneh” di akun instagram Ridwan Kamil. Hal itu membuat sang guru honorer dipecat dari pekerjaannya hingga akhirnya bertemu Dedi Mulyadi.

Beberapa lama setelah berhentinya guru honorer tersebut dari pekerjaanya, membuat seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI, Kang Dedi Mulyadi ingin menemui Kang Sabil yang kini menjadi buah bibir warganet.

Pada perbincangan dengan Kang Dedi Mulyadi, Kang Sabil memberikan penjelasan mengenai awal pekerjaannya hingga berhenti bekerja di sebuah yayasan.

Namun, untuk mengetahui tentang perbincangan antara Kang Sabil dan Kang Dedi Mulyadi hingga pekerjaan baru mantan guru honorer itu, simak selengkapnya yang dikutip dari akun yotube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.

Pada kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel,  Kang Dedi Mulyadi yang pada hari Sabtu, (18/03/2023) lalu tiba di kota Cirebon untuk menemui Kang Sabil yang sebelumnya trending karena menyebut kata “maneh”. Tak lupa beliau juga menyapa pengunjung yang berada di sebuah warung makan.

Tak lama kemudian, akhirnya Kang Dedi Mulyadi bertemu dengan Kang Sabil dan mereka langsung melakukan perbincangan.

Kang Sabil diketahui pernah mengenyam pendidikan di UNISBA atau Universitas Islam Bandung yang lulus tahun 2011 jurusan komunikasi itu memang selalu berbicara bahasa Sunda.

Kang Sabil juga menceritakan saat dirinya bisa mengajar di sebuah sekolah.

“Ada teman kebetulan punya sekolahan SMK, jadi ingin bikin jurusan baru yang memiliki jurusan desain komunikasi visual”, ujar Kang Sabil.

baca juga

Mantan guru honorer itu juga menyebutkan bahwa dirinya tidak mempunyai keahlian pada bidang itu, tetapi pernah belajar tentang bidang tersebut.

“Waktu itu di tahun 2014, dan sudah berjalan di beberapa angkatan, dan sudah banyak siswa dari jurusan itu”, tutur mantan guru honorer tersebut.

Pada tahun 2014, beliau sudah mulai mengajar di sebuah yayasan. Beliau juga sudah aktif di media sosial sejak lama.

“Saya lebih fokus ke digital record, yang artinya kita nyimpan kenangan-kenangan untuk menjadi memori gitu, ya”, ujar Kang Sabil.

Saat ini, kalimat yang terarsipkan dan sedang trending adalah kalimat “maneh”. Lalu, Kang Dedi Mulyadi mengatakan bahwa dirinya merasa bahwa di Sunda asli itu tidak terkena undang-undang.

“Saya termasuk yang menganut bahwa di Sunda asli itu tidak terkena undang-undang. Jadi satu, sunda itu adalah sunda awal orang bilang, yaitu Banten, sebagian Cirebon, sebagian Sukabumi, sebagian Bogor, yang mengarah ke sejarah Pakuan Pajajaran.”, ujar Kang Dedi Mulyadi.

“Jadi, disitu tidak ada tingkatan. Di Akula, pernah ada bahasa-bahasa yang kita taburkan dan disana menjadi hal yang biasa diucapkan”, sambungnya.

Singkat cerita saat perbincangan tersebut, Kang Sabil menceritakan awal dirinya mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru honorer.

“Akun beliau nge chat ke sekolah. Asumsi saya, akun ig-nya beliau mencari tahu profil saya gitu sampai beliau melakukan reaksi yang dimana beliau tidak langsung mengkoreksi saya ketika saya salah, dan kenapa harus ke lembaga dimana tempat saya bekerja”, Kang Sabil menjelaskan.

“Tinggal tegur saya langsung kalau memang saya salah, pada saat itu artinya tidak ada urusan saya dengan lembaga sekolah. Kasihan kan pada akhirnya ketika terbawa-bawa lembaga sekolah di tempat kerja gitu ya, apalagi sekolah swasta yang harus menjaga image”, sambungnya.

“Oleh karena dari sekolahnya dicabut, ada perintah dari beliau sendiri sampai akhirnya, saya memutuskan untuk tidak bergabung lagi atau mengundurkan diri”, lanjutnya.

Saat ini, Kang Sabil sibuk mencari kerja.

“Barangkali mau jadi kameramen akang, kalau ditawarin”, ucap Kang Sabil.

“Saya butuh fotografi, karena jujur hari ini kehilangan fotografer. Bener nih, kalau nggak bener kita nggak salaman, deal ya”, ungkap Kang Dedi Mulyadi.

Demikian perbincangan Kang Dedi Mulyadi dan Kang Sabil hingga tawaran menjadi fotografer .(*)

Sumber: Akun youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pantes Minta Mahar Sertifikat Rumah, Biaya Perawatan Kecantikan Yessy Bikin Melongo!

Pantes Minta Mahar Sertifikat Rumah, Biaya Perawatan Kecantikan Yessy Bikin Melongo!

Video | Minggu, 25 Desember 2022 | 06:00 WIB

Habis-habisan Beri Bantuan, Dedi Mulyadi Dicurigai Warganet Mau Nikahi Yessy

Habis-habisan Beri Bantuan, Dedi Mulyadi Dicurigai Warganet Mau Nikahi Yessy

Entertainment | Kamis, 22 Desember 2022 | 14:35 WIB

Gagal Nikah Gara-gara Yessy Minta Sertifikat Rumah, Ryan Dono Ternyata Beri Emas 50 Gram di Luar Mas Kawin

Gagal Nikah Gara-gara Yessy Minta Sertifikat Rumah, Ryan Dono Ternyata Beri Emas 50 Gram di Luar Mas Kawin

Banten | Kamis, 08 Desember 2022 | 12:00 WIB

Terkini

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:31 WIB

Lautaran Api di TPA Jatiwaringin Tangerang, 6 Armada Damkar Dikerahkan ke Lokasi

Lautaran Api di TPA Jatiwaringin Tangerang, 6 Armada Damkar Dikerahkan ke Lokasi

Banten | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:30 WIB

Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar

Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:30 WIB

Eks Lurah Condongcatur Ditahan Akibat Korupsi Tanah Kas Desa, Polisi Ungkap Modus Penyewaan Ilegal

Eks Lurah Condongcatur Ditahan Akibat Korupsi Tanah Kas Desa, Polisi Ungkap Modus Penyewaan Ilegal

Jogja | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:29 WIB

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:27 WIB

3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai

3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:25 WIB

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:22 WIB

Sekolah Rakyat Jasinga Bogor, Kawasan Pendidikan Modern Berbalut Panorama Pegunungan

Sekolah Rakyat Jasinga Bogor, Kawasan Pendidikan Modern Berbalut Panorama Pegunungan

Bogor | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21 WIB

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:18 WIB

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:17 WIB

×