SUARABANDUNGBARAT - Kenapa Jangan Mencukur Habis Area Kewanitaan? Oalah Jangan Salah Sangka, Ini Nih Efeknya.
Mencukur rambut di area kewanitaan (pubic hair) telah menjadi tren yang populer dalam beberapa tahun terakhir, tetapi ini sebenarnya bukanlah praktik yang sehat.
Sebagai wanita, menghilangkan seluruh rambut di area kewanitaan bisa meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya.
Salah satu fungsi utama rambut di area kewanitaan adalah melindungi kulit dari iritasi dan infeksi.
Rambut pubis dapat membantu menjaga area tersebut tetap kering dan mencegah bakteri, jamur, dan virus berkembang biak. Tanpa perlindungan ini, kulit di area kewanitaan dapat lebih mudah teriritasi dan rentan terhadap infeksi.
Selain itu, mencukur area kewanitaan dapat menyebabkan masalah kulit seperti ruam, gatal-gatal, dan bahkan luka. Ketika rambut dicukur, kulit bisa tergores dan infeksi bakteri bisa masuk ke dalam folikel rambut. Jika folikel rambut terinfeksi, hal ini bisa menyebabkan infeksi folikel rambut yang menyakitkan.
Terakhir, mencukur rambut di area kewanitaan juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mencukur area kewanitaan mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi virus herpes genital dan HPV.
Jadi, apa yang harus dilakukan? Jika Anda ingin menjaga area kewanitaan tetap bersih dan rapi, ada beberapa alternatif yang lebih sehat daripada mencukur rambut. Cobalah untuk memotong rambut dengan gunting atau mencukur hanya bagian-bagian tertentu. Selalu jaga area kewanitaan tetap kering dan bersih, dan gunakan pakaian dalam yang nyaman dan berbahan katun.
Jadi, sebaiknya hindari mencukur habis area kewanitaan Anda. Ini adalah salah satu cara paling aman untuk menjaga kesehatan Anda.
Baca Juga: Jangan Asal, Ini Cara Membersihkan Miss V agar Tidak Berakibat Fatal kata Dokter Boyke