Suara Bandung Barat - Bima Sakti mengatakan jika ia merasa dengan adanya kehadiran tim psikolog dalam skuad Timnas Indonesia U17 yang dipimpinnya mampu memberikan bantuan dalam persiapan menuju Piala Dunia U17 mendatang.
Diketahui, kehadiran tim psikolog senyatanya bukan sesuatu yang asing lagi bagi Timnas Indonesia di level umur yang lain, sebelumnya Tim nasional Indonesia U22 pun sempat melakukan hal serupa pada SEA Games 2023 lalu.
Legenda sepakbola Indonesia itu juga menuturkan jika ia bersama dengan jajaran kepelatihan Timnas Indonesia U17 mendapat keleluasaan dan dukungan optimal dari Ketua umum PSSI, Erick Tohir untuk menambah tim pelatih juga tim psikolog di skuadnya.
Ia merasa bersyukur diberikan keleluasaan oleh Faderasi dalam menambah jumlah tim kepalatihan, tentunya hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dengan matang timnas Indonesia U17 yang berlaga di Piala Dunia.
Adanya kehadiran tim psikolog juga bukanlah tanpa alasan. Menurut Bima Sakti, para penghuni skuad Timnas Indonesia U17 masih berada dalam usia yang rentan, terutamanya secara psikis dan emosional.
Ketika berhadapan dengan permainan dengan intensitas yang tinggi, mungkin akan mengalami masalah dalam soal mental untuk itu peran tim psikolog disini amatlah diperlukan.
"Pada usia 17 tahun, pemain itu butuh orang yang bisa memahami karakter mereka," tutur Bima Sakti.
Ia juga menambahkan jika tim psikolog juga dinilai memberikan masukan terutama terkait dengan kepribadian pemain sehingga pada gilirannya pemilihan kapten Timnas Indonesia U17 pun merupakan hasil daripada konsultasi dengan tim psikolog. (*)