Suara Bandung Barat - Kisah horor pendakian, kejadian bermula saat seorang bernama Malik bersama dengan seorang temannya bernama Irfan pergi ke sebuah gunung favorit pendaki, Gunung Gede Pangrango.
Dalam pendakian itu, mereka hanya berangkat berdua, padahal idealnya dalam sebuah pendakian mereka pergi dengan minimal tiga orang dalam satu kelompok pendakian.
Mereka pergi melalui bascamp Cibodas. Rute yang dapat dibilang memiliki track yang cukup lumayan memberatkan bagi para pendaki.
Gunung Gede Pangrango sendiri memang memiliki beberapa jalur pendakian, yang tersebar di beberapa lokasi seperti melalui Taman Nasional Cibodas, jalur Argabintana Sukabumi dan Gunung Putri-meskipun terdapat beberapa pula jalan tikus yang belum resmi.
Sebelum berangkat ke Gunung gede, keduanya telah diberitahu jika ada tempat-tempat di Gunung Gede yang dianggap angker dan mistis.
Tempat yang dimaksud adalah kandang batu dan telaga biru, namun Malik dan Irfan malah ngecamp di tempat yang dimaksud tersebut yaitu di kandang batu.
Ada kebiasaan yang kerap dilakukan kebanyakan pendaki saat ngecamp di gunung ialah mereka tidak langsung tidur sesaat setelah tenda didirikan.
Melainkan, acapkali menghabiskan waktu untuk bercengkrama terlebih dahulu, menikmati alam sekeliling.
Namun, lain halnya saat itu bagi Irfan dan Malik, dikarenakan keduanya membuat tenda di sebuah tempat yang terbilang angker di Gunung Gede.
Baca Juga: Anya Geraldine Seksi Pakai Outfit Serba Ungu, Berat Badannya Disorot: Kok Kurus Banget?
Sekitar pukul 3 dini hari, ketika Malik dan Irfan sedang asyik-asyik ngobrol-ngobrol, tiba-tiba pundak Malik dicolek dari belakang.
Kemudian ditanya, "Malik belum tidur?" ternyata yang bertanya adalah si Irfan yang sejak dari tadi mengobrol dengannya.
Sesaat setelah ia menoleh ke belakang, ia kembali menengok ke depan, ternyata seseorang yang diajaknya berbicara dari tadi sudah tidak ada. Menghilang.
Malik pun bingung, siapa yang dari tadi ia ajak bicara?.
Usut punya usut, terdapat sebuah mitos yang tersebar bahwa seorang yang menyerupai Irfan tadi adalah seorang kuntilanak. (*)
Disclaimer: Bukan Cerita Sebenarnya-Fiksi Horor