Kisah Hantu Jepang: Komandan Didatangi Satu Peleton Tentara yang Sudah Meninggal

bandungbarat | Suara.com

Rabu, 02 Agustus 2023 | 06:01 WIB
Kisah Hantu Jepang: Komandan Didatangi Satu Peleton Tentara yang Sudah Meninggal
Sepasukan peleton yang diisi tentara-tentara yang sudah meninggal dunia datang kembali menemui komandannya. (YouTube/aray59)

Suara Bandung Barat - Kisah horor, cerita horor, The Tunel merupakan salah satu bagian dari film Dreams (1990) yang mengisahkan tentang tentara yang belum menerima nasib meninggal dunianya.

Setelah perang dunia II, seorang komandan angkatan darat Jepang berjalan ke sebuah terowongan, tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh seorang anjing yang nampak tak asing baginya.

Anjing tersebut menggong-gong pada si komandan, seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, sang komandan nampak sedikit takut, namun ia memutuskan untuk tidak menghiraukannya. Ia pun terus lanjut berlanjut ke arah terowongan.

Namun, langkahnya kembali terhenti, setelah ia mendengar derap langkah-seolah-olah derap langkah tentara yang sedang baris-berbaris menuju ke arahnya.

Ternyata, prajuit yang berderap langkah tersebut adalah para bawahannya saat perang dunia dulu.

Seorang prajuit lantas datang menghadap sang komandan, prajurit itu bernama Noguchi yang telah dinyatakan meninggal saat perang dunia berkecamuk.

Namun, sang prajurit itu, tidak percaya bahwa dirinya telah mati, bahkan Noguchi mengatakan ia sempat ke rumah dan memakan kue buatan ibunya.

Sang komandan bingung, karena Noguchi senyatanya telah benar-benar meninggal, komandan pun menceritakan jika sebelum meninggal Noguchi menceritakan tentang kue buatan ibunya tersebut.

"Kamu benar-benar sudah mati," ucap sang komandan menegaskan.

Noghuci mengerti perkataan komandan tersebut, ia pun berjalan ke arah depan dan menunjuk sebuah rumah, "Di sanalah rumahku, komandan!" ucap sang prajurit.

"Ayah dan Ibu menantiku pulang," lirih Noghuci, dan sang komandan pun meminta maaf bahwa sebenar-benarnya Noghuci telah meninggal.

Dengan perasaan hancur, Noghuci pun berbalik menuju arah terowongan, dan terakhir, komandan pun memberikan hormat karena ia mengerti betapa hancurnya hati seorang prajurit tersebut.

Namun, tidak lama setelah kejadian tersebut derap langkah barisan prajurit kembali terdengar, ternyata mereka adalah sepasukan komandan saat perang dunia dulu.

Noghuci pun memberikan aba-aba untuk memberikan hormat pada sang komandan untuk terakhir kalinya.

"Lapor komandan, peleton tiga kembali ke markas, tak ada korban jiwa satu orang pun," ucap Noghuci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disangka Romantis Ternyata Lagu Ini Menjadi Ost Film Horor Indonesia Berikut Lirik dan Sinopsis Filmnya

Disangka Romantis Ternyata Lagu Ini Menjadi Ost Film Horor Indonesia Berikut Lirik dan Sinopsis Filmnya

| Selasa, 01 Agustus 2023 | 14:44 WIB

Kisah Mistis Saat Mendaki Gunung Gede: Ngobrol dengan Setan!

Kisah Mistis Saat Mendaki Gunung Gede: Ngobrol dengan Setan!

| Selasa, 01 Agustus 2023 | 14:30 WIB

Terkini

Rahasia Rambut Hitam Berkilau Wanita Dayak: Manfaat Akar Kayu yang Tidak Ada di Salon Jakarta

Rahasia Rambut Hitam Berkilau Wanita Dayak: Manfaat Akar Kayu yang Tidak Ada di Salon Jakarta

Kalbar | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:11 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur

Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:05 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Sentuh 5.245 Desa, BRI Kembali Buka Pendaftaran Desa BRILiaN 2026

Sentuh 5.245 Desa, BRI Kembali Buka Pendaftaran Desa BRILiaN 2026

Bri | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:02 WIB

Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir

Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:01 WIB

Road Trip Trans Kalimantan: 5 Barang Wajib agar Mobil Tak Tumbang di Tengah Hutan

Road Trip Trans Kalimantan: 5 Barang Wajib agar Mobil Tak Tumbang di Tengah Hutan

Kalbar | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:58 WIB

Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit

Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:56 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB