SUARABANDUNGBARAT - Isu perselingkuhan yang menjerat Rendy Kjaernett, suami dari artis sinetron terkenal Lady Nayoan, telah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa waktu terakhir.
Beberapa waktu lalu, Lady mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya setelah ketahuan selingkuh tidak kurang dari tiga kali.
Hal ini semakin diperkuat dengan pembuatan tato wajah wanita selingkuhannya. Namun, muncul berita bahwa Rendy sempat menyatakan ada komunikasi untuk merujuk hubungan mereka dalam mediasi kedua yang akan datang.
Seorang psikolog bernama Mintasih A. Latif memberikan pandangan dan analisisnya terkait kemungkinan rujuk dan faktor-faktor yang mungkin terjadi dalam hubungan antara Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett.
Psikolog ini menyatakan bahwa kemungkinan rujuk sangat bergantung pada sejauh mana rasa cinta masih ada di hati istri.
Jika ia masih mencintai suaminya dengan tulus, kemungkinan untuk memaafkan kesalahan dan merujuk hubungan bisa lebih mudah, meskipun kesalahan tersebut berulang.
Namun, ia juga menekankan bahwa latar belakang dan faktor lain, seperti kebutuhan dan ekspektasi istri terhadap suami, juga memainkan peran penting dalam hal ini.
"Dalam mempertahankan hubungan dan memaafkan, istri akan melihat kelebihan dan nilai yang dimiliki suami. Jika apa yang diharapkan istri ada pada suaminya, maka kemungkinan untuk memaafkan kesalahan dapat lebih besar," ungkapnya dilansir dari Youtube Seleb On Cam.
Dia juga menyoroti bahwa sulit atau tidaknya memaafkan suami yang berselingkuh dapat bergantung pada kepribadian dan nilai-nilai yang dimiliki istri.
Baca Juga: Detik-detik Kronologi Tragis: Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett Kecelakaan di Tol Jatibening
Jika istri teguh dengan keyakinannya bahwa selingkuh tidak boleh dilakukan, maka kemungkinan untuk memaafkan bisa menjadi lebih sulit.
Namun, jika lingkungan sekitar atau budaya di mana istri berada cenderung lebih toleran terhadap perselingkuhan, maka kemungkinan untuk memaafkan bisa menjadi lebih mudah.
Tentang masalah keterulangan dalam perselingkuhan, psikolog ini mengungkapkan bahwa hal ini sangat tergantung pada komitmen dan kesetiaan yang dibangun dalam hubungan.
Jika suami tidak mengendalikan dirinya dan lingkungan sekitar tidak memberikan kontrol yang cukup, maka perselingkuhan dapat terjadi kembali. Oleh karena itu, pemulihan dari perselingkuhan memerlukan waktu dan tahapan tertentu.(*)